Sabtu, 11 Juni 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
       Politeknik merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang lulusanya diharapkan memiliki keahlian dan keterampilan yang sangat dibutuhkan, sehingga keberadaanya dapat mendukung kualitas sumber daya manusia dalam menunjang pembangunan.
      Kegiatan Praktek Kerja Profesi (PKP) merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan di luar kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. Program ini dilakukan dalam rangka memberikan pengalaman kerja nyata kepada taruna dan pengalaman ilmu lainnya. Kegiatan ini merupakan pembelajaran yang ada di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan karena merupakan pendidikan vokasi yang berbasis keahlian dan ketrampilan yang disesuaikan dengan dunia kerja nyata.
      Dewasa ini banyak kejadian-kejadian tentang kerusakan pada kendaraaan, baik itu karena faktor usia ataupun karena tidak adanya perawatan pada kendaraan tersebut kerusakan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Untuk menghindari kerusakan maka perlu adanya servis berkala untuk menjaga performa dari kendaraan itu sendiri.

1.2  Tujuan
Secara umum pelaksanaan praktek kerja profesi (PKP) jurusan TKO
bertujuan untuk :
1.      Untuk meningkatkan kualitas taruna dan pengalaman taruna di dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
2.      Mendapatkan pengalaman yang belum pernah di dapat dalam perkuliahan.
3.      Melatih kedisiplinan taruna terhadap tugas yang diberikan.
4.      Mengetahui Standar Operasional Prosedur (SOP) servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
5.      Mengetahui bagian yang di servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan sendiri dalam rangka praktek
kerja profesi memiliki tujuan untuk :
a.       Menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
b.      Mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan dunia kerja.
c.       Untuk menjalin kerja sama dengan berbagai instansi/ lembaga dalam rangka meningkatkan graduate employability.
d.      Meningkatkan wawasan sekaligus membentuk kepribadian taruna/taruni sebagai kader pembangunan dengan wawasan berfikir yang luas.

1.3  Manfaat
1.3.1 Bagi taruna
a.         Menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi khususnya di bidang keselamatan otomotif.
b.        Untuk belajar menerapkan ilmu yang didapat dari kampus ke dalam dunia kerja.
c.         Bukti nyata bahwa taruna atau taruni telah melaksanakan Praktek Kerja Profesi (PKP).
1.3.2 Bagi perusahaan
a.         Sabagai bahan masukan bagi perusahaan dalam rangka pengembangan dan kualitas perusahaan di bidang keselamatan.
b.        Dapat terjalin kerjasama antara pihak perusahaan dengan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
1.3.3 Bagi kampus
a.         Dapat terjalin kerjasama antara Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan dengan dunia industri.
b.        Meningkatkan mutu lulusanya dengan memadukan pengetahuan dalam kampus dengan dunia industri.


1.4  Ruang Lingkup
Ruang lingkup praktek kerja profesi yang penulis batasi yakni servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda di Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.

1.5  Hasil yang Diharapkan
Setelah taruna melakukan paktek kerja profesi diharapkan taruna memperoleh pengalaman yang mencakup perusahaan dan kegiatan-kegiatan praktek. Selain itu, taruna diwajibkan belajar bekerja secara mandiri untuk meningkatkan keterampilan dalam dunia kerja.

1.6  Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan laporan ini terbagi dalam enam bab, yaitu bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Metode pelaksanaan, Bab 3 Gambaran umum, Bab 4 Hasil dan pembahasan, Bab 5 Faktor pendukung dan penghambat, Bab 6 Kesimpulan dan saran.
BAB 1             PENDAHULUAN
Bab pendahuluan ini merupakan pengantar yang menjelaskan isi penelitian secara garis besar. Bab ini berisikan latar belakang pelaksanaan tujuan manfaat ruang lingkup dan hasil yang diharapkan.
BAB 2             METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan berisi tentang metode pelaksanaan praktek dan langkah-langkah dalam pengumpulan data serta langkah-langkah pembuatan laporan. Pada bab ini juga berisi tentang jadwal kegiatan selama kegiatan berlangsung.
BAB 3             GAMBARAN UMUM
Berisi tentang profil perusahaan, informasi umum, kelembagaan dan sistem manajemen yang ada pada Perum Damri Cabang Yogyakarta.
BAB 4             HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang isi hasil dari kegiatan praktek kerja profesi di Perum Damri Cabang Yogyakarta. Membahas servis berkala yang dilakukan oleh mekanik Perum DAMRI Cabang Yogyakarta terhadap pedoman servis berkala yang ada.
BAB 5             FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
Berisi tentang apa saja faktor pendukung dan penghambat selama praktek kerja profesi dan pelaksanaan servis berkala  berlangsung.
BAB 6             KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil praktek yang telah dilakukan serta saran berdasarkan analisis yang telah dicapai.














BAB II
METODE PELAKSANAAN PKP

2.1. Metode Pelaksanaan PKP
               Praktek Kerja Profesi (PKP) di Perum DAMRI Cabang Yogyakarta dilaksanakan selama satu bulan. Minggu pertama taruna mempelajari bidang teknik. Selama minggu pertama tersebut taruna terjun langsung menjadi  mekanik di lapangan serta membantu proses perbaikan bus.
Selanjutnya taruna mempelajari bagian operasional selama empat hari. Di bagian operasional taruna mempelajari tentang pengaturan jadwal, pengaturan jadwal pramudi, jadwal piket, jam keberangkatan bus, jam pulang bus, penghitungan kilometer tempuh, penghitungan pendapatan dari tiap-tiap kondektur,  pengendalian operasi armada, penanganan kerusakan di jalan (storing) dan penggantian bus yang rusak.
Pada minggu ketiga taruna mempelajari bidang keuangan dan administrasi umum. Selanjutnya taruna mempelajari bagian sesuai divisi masing-masing.
Setelah pelaksanaan PKP selesai, taruna diwajibkan membuat buku laporan PKP selama kurang lebih satu minggu dengan bagan alir PKP sebagai berikut:

2.1.1. Bagan alir :



mulai
 

praktek kerja di lapangan

pengambilan data

penyusunan/ pengolahan
data

pembuatan laporan

                                                   perbaikan/ revisi                                  ya
    
tidak

hasil laporan

selesai

Gambar II.1 Bagan Alir Pelaksanaan PKP.

2.2. Pengumpulan dan Analisis Data
            Pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan cara :
1.      Terjun langsung kelapangan;
Taruna langsung mengamati dan ikut serta membantu pekerjaan karyawan terutama pada bagian teknik.
2.      Wawancara dengan karyawan Perum DAMRI;
Wawancara dilakukan dengan metode sample, jadi taruna hanya mewawancarai beberapa orang saja.
3.      Melihat buku dan arsip-arsip penting di Perum DAMRI;
Arsip-arsip yang dilihat masih bersifat aktif, artinya arsip tersebut masih dijadikan pedoman oleh perum DAMRI.

2.3.   Jadwal Kegiatan Praktek
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pelepasan dari kampus PKTJ.
11 Maret 2016
2.
Berangkat dari Tegal.
12 Maret 2016
3.
Tiba di Bantul, Yogyakarta.
13 Maret 2016
4.
Melaporkan serta menyerahkan surat pengantar kepada general manager cabang perum DAMRI Yogyakarta.
14 Maret 2016
5.
Kunjungan dosen pembimbing ke 1.
16 Maret 2016
6.
Praktek dibagian teknik.
15 Maret 2016 – 18 Maret 2016
7.
Praktek dibagian operasional.
22 Maret 2016 – 24 Maret 2016
8.
Praktek dibagian SDM.
28 Maret 2016 – 1 April 2016
9.
Pembuatan laporan.
4 April 2016 – 7 April 2016
10.
Kunjungan dosen pembimbing ke 2.
5 April 2016
11.
Pamitan kepada seluruh karyawan serta menyerahkan plakat kepada General Manager Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
8 April 2016
12.
Kembali ke kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
10 April 2016





















BAB III
MANAJEMEN DAN GAMBARAN UMUM


3.1. Lokasi Praktek Kerja Profesi (PKP)
       Lokasi praktek kerja profesi dilaksanakan di Perum DAMRI CabangYogyakarta yang terletak di Jl. Ringroad Timur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198.

3.1.1. Peta Wilayah
peta
Gambar III.1 Lokasi Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.

3.1.2. Profil Daerah
 Berdasarkan data dari SIAK per tanggal 28 Februari 2013, profil Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut:
                      Nama Resmi                : Kota Yogyakarta
                      Kota/Kab                    : Yogyakarta
                      Provinsi                       : Jawa tengah
                      Luas Daerah                : 32,5
                      Jumlah Penduduk       : 428.282 jiwa
                                                            14 kecamatan 45 kelurahan 617 RW, dan 2.531 RT
              Website Resmi            : http://www.jogjakota.go.id
              Batas Wilayah Utara  : Kabupaten Sleman
            Batas Wilayah Selatan: Kabupaten Bantul
            Batas Wilayah Timur : Kabupaten Bantul dan Sleman
            Batas Wilayah Barat   : Kabupaten Bantul dan Sleman

3.2. Kelembagaan
3.2.1. Profil Perusahaan
Nama Kantor                : Perum Damri Cabang Yogyakarta
Alamat Kantor              :  Jl. Ring Road Timur, Banguntapan, Yogyakarta 55139
Nomor Telepon             : 0274-375839
Nomor Fax                    : 0274-385950
General Manager          : Sumali, SE. MM

3.2.2. Sejarah DAMRI
          Perum DAMRI merupakan perpanjangan sejarah warisan dari perusahaan angkutan semasa pendudukan Jepang di Indonesia pada kurun tahun sekitar 1943, yaitu dari semulanya bernama Jawa Unyu Zigyosha-sebuah perusahaan angkutan barang dengan truk dan cikar dipulau jawa serta Zidosha Sokyoku adalah sebuah perusahaan angkutan penumpang bus.
Pada saat kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 kedua perusahaan angkutan tersebut direbut paksa oleh para pejuang Indonesia dan diserahterimakan kepada Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian mengelolanya dibawah fungsi Depertemen Perhubungan. Oleh pemerintah Republik Indonesia, kedua perusahaan angkutan warisan jepang tersebut diubah namanya menjadi "Djawatan Pengangkutan Untuk Angkutan Barang" dan "Djawatan Angkutan Darat Untuk Angkutan Penumpang". Pada tanggal 25 November 1946, berdasarkan maklumat Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 01/DM/46, kedua perusahaan tersebut disatukan dan diberi nama "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia" atau disingkat DAMRI.
Berdasarkan maklumat tersebut maka fungsi utama DAMRI adalah menyelenggarakan angkutan darat bagi kepentingan masyarakat dengan menggunakan truk, bus serta jenis angkutan motor lainnya. Berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1984, sebagaimana telah diubah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 31 Tahun 2002 status DAMRI diubah menjadi Perusahaan Umum DAMRI dengan lapangan usaha berupa angkutan bus kota, angkutan perintis, angkutan antar wilayah, angkutan wisata serta jenis angkutan lainnya yang dimungkinkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.
Nilai dan Makna Logo
Logo DAMRI resmi ditetapkan pada tahun 1963. Sebelumnya selama awal berdirinya Djawatan Angkutan Motor RI sampai perubahan status menjadi perusahaan negara tidak menggunakan Logo.
Pada akhirnya terciptalah logo yang dimaksudkan, dengan argumentasi bahwa bus yang digunakan sarana angkutan diatas jalan raya mengangkut penumpang mempunyai dua roda depan yang dapat di arahkan sesuai dengan arah yang dituju, mempunyai alat kemudi dan mesin bersinergi mengatur jalannya bus yang didalam hal ini dimaksudkan adalah bus DAMRI sebagai perusahaan. Selanjutnya kalau suku kata D, A, M, R dan I. Mesin digambarkan sebagai sayap kanan dan kiri yang masing-masing berlapis dua dan tiap-tiap lapis mempunyai 4 dan 6 lembar bulu, yang berfungsi sebagai penggerak bus DAMRI untuk mencapai tujuan, yakni sejahtera adil dan makmur.
Sejahtera adil dan makmur digambarkan dengan kapas yang berbunga sebanyak 8 bunga dan pada tangkai padi mempunyai 17 biji padi. Satu tangkai bunga kapas dan satu tangkai padi membentuk dengan angka 11. Satu tangkai kapas dan satu tangkai padi digambarkan sebagai angka 8 dan 17, menununjukan arti tanggal 17 agustus dimana pada tahun 1945 terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan setahun kemudian tanggal 25 Nopember 1946 DAMRI lahir, masih dalam suasana perang phisik kemerdekaan.
1. ANALISA DATA
·         Dua Ban = Angka "2"
·         DAMRI = Lima Huruf = 5
·         Kapas = 8 Tangkai = 1
·         Padi = 17 Biji = 1
·         Sayap Kanan = 4.6 Lembar = 46
·         Sayap Kiri = 4.6 Lembar = 46
2. ANALISA ANGKA
·         No. 1 dan No.2 = "2" + "5" =25
·         No. 3 Kapas dan No.3 Padi = "1"+"1" = 11
·         No. 4 Kiri dan No.4 Kanan = "4.6"+"4.6" = 46
3. KESIMPULAN
·         A - B - C = 25 - 11 - 46
·         25 - 11 - 46 = Tanggal Lahir Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia disingkat DAMRI
4. DUA BAN
·         Jumlah ban depan kendaraan roda empat sebanyak 2 (dua) buah dan dapat digerakkan alat kemudi sesuai arah tujuan yang dikehendaki pengemudi. Dan dua ban berkonotasi karyawan dan alat kemudi adalah managemen yang mengelola perusahaan.
·         Huruf DAMRI adalah perusahaan yang dikelola oleh manajemen yang bekerja sama, sama-sama bekerja dalam suasana kebersamaan dengan para karyawan.
·         Sayap berkonotasi sebagai mesin penggerak yang menentukan maju mundurnya perusahaan.
·         Kapas dan Padi adalah lambang dari pada kesejahteraan sosial dan ini merupakan tujuan perusahaan.
·         Kapas bertangkai 8, Padi berisi 17 biji, ini menggambarkan bahwa DAMRI lahir dalam suasana Revolusi Kemerdekaan.
5. FILOSOFI DAMRI
D = Damai dan sejahtera merupakan dasar pelayanan perusahaan 
A = Aman, Nyaman dan selamat mengantar pelanggan sampai tujuan
M = Maju berkembang bersama pelanggan
R = Rasa memiliki menjadi motifasi bagi karyawan
I = Iman dan Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa selalu di amalkan
Untuk mencapai tujuan Perusahaan, setiap insan DAMRI memiliki sikap bekerja keras, jujur (terbuka) dan pantang menyerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mempertahankan kemandirian perusahaan dengan menciptakan suasana damai melalui kerjasama, sama-sama bekerja dalam suasana kebersamaan, serta dapat memberikan rasa aman dengan menjaga lingkungan kerja yang menyenangkan dan perilaku ramah dilandasi kekuatan iman dan taqwa.

3.2.3.  Visi, Misi dan Motto Perusahaan
          Visi
Menjadi penyedia jasa angkutan jalan yang aman, terjangkau, berkinerja unggul andalan masyarakat Indonesia dan regional Asean.
Misi
1. Menyajikan layanan angkutan jalan berkelas dunia (World Class Land Transportation Provider) yang aman (Safe) berkualitas prima (High Quality Service) dan terjangkau (Affordable) yang dapat memuaskan pengguna jasa (Customer Satisfaction) di Indonesia dan regional Asean.
2. Menjalankan prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam rangka memenuhi harapan stake holder.
3. Mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi sosial budaya nasional serta regional Asean sekaligus menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Motto Perusahaan
Dikenal sebagai sapta integritas atau tujuh karakteristik insan Damri.
SAPTA INTEGRITAS
     1. JUJUR
Keselarasan antara pemikiran, perkataan dan perbuatan; menghindari benturan kepentingan, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas; mengakui kesalahan serta menyampaikan segala sesuatu  sesuai dengan fakta.
HARUS : Tulus, Ikhlas, terus terang, transparan, tidak menerima suap, konsisten.
JANGAN : Pamrih, pembohong, korupberpura-pura, berkhianat, manipulasi.
2. TANGGUNG JAWAB
Menerima amanah dan menjalankan tugas serta kewajiban yang diberikan; menuntaskan pekerjaan hingga hasil yang ditentukan.
HARUS : Memenuhi janji, menjaga amanah, efisien, professional, sungguh-sungguh.
JANGAN : Ceroboh, malas, berdalih, lalai, saling menyalahkan, menelantarkan.
3. VISIONER
Memiliki keyakinan dalam mewujudkan rencana serta serta cita-cita; ingin selalu menyempurnakan dan menjadi yang terbaik.
HARUS : Membuat rencana, kreatif, inovatif, percaya diri,  membina kader.
JANGAN : Pesimis, ragu-tragu, tidak mau mengambil resiko, konvensional, reaktif, cepat puas.
4. DISIPLIN
Konsisten terhadap rencana yang telah dibuat dan menjalankan sesuai dengan ketentuan; tidak berhenti berupaya hingga mencapai hasil yang diinginkan dalam waktu jangka waktu yang telah ditetapkan.
HARUS : Menjalankan prosedur, tepat waktu, presisten, pantang menyerah,patuh, fokus.
JANGAN : Menunda, plin plan, melanggar aturan, semuanya, tergesa-gesa, memberontak.
5. KERJASAMA
Mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai tujuan bersama; saling mendukung menyelesaikan tugas bersama sesuai dengan pembagian tanggung jawab yang telah disepakati.
HARUS : Saling membantu, sinergi, kalaborasi, delegasi, berbagi tugas, saling mendukung.
JANGAN : Pendendam, individualis, arogan, curiga, meremehkan, menghasut.
6. ADIL
Bersikap dan mengambil keputusan secara professional; mengapresiasi dan menghukum sesuai dengan ketentuan.
HARUS : Objektif, professional,seimbang, menjalankan aturan, sportif, mengakui kesalahan.
JANGAN : Curang, berlebihan, konflik kepentingan, fanatik, membiarkan kesalahan, tidak menghargai prestasi.
7. PEDULI
Memahami kondisi pihak lain dan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi,; berinisiatif membantu dan menyelesaikan masalah atau pekerjaan.
HARUS : Saling berbagi, berkontribusi, proaktif, peka, empati, santun.
JANGAN : Egois,pelit, selalu merasa benar, boros, pasif, merusak.

3.2.4.  Layout Kantor
                      Gambar III.2 Denah Kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.

Keterangan :
1.      Pos satpam
2.      Mesh
3.      Manager teknik
4.      Staf teknik
5.      Kamar mandi
6.      Service
7.      Parkir khusus bis antar kota
8.      Mesh
9.      Service
10.  Kamar mandi
11.  Parkir khusus bus kota
12.  Manager KPU. SDM dan Administrasi umum
13.  Staf SDM dan Administrasi umum
14.  Kantin
15.  Loket dan manager usaha
16.  General manager
17.  Kasir
18.  Aula
19.  Mushola

3.2.5. Strategi Perusahaan
Perum Damri Cabang Yogyakarta memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan pelayanan, diantaranya adalah :
1.              Sistem Prestasi
Sistem prestasi dimaksudkan untuk menumbuhkan motivasi karyawan agar terus berupaya mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja. Kepada setiap karyawan yang berprestasi dapat diberikan promosi pada jenjang karir/jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan tingkat kompetensi dan kebutuhan perusahaan. Pemberian promosi jabatan ditetapkan dengan keputusan Pengusaha.

2.        Jaminan Sosial Tenaga Kerja
       Mengikutsertakan karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja baik melalui lembaga resmi pemerintah, meliputi :
·    Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
·    Jaminan Kecelakaan Kerja
·    Jaminan Kematian
·    Jaminan Hari Tua

3.2.6. Kebijakan Perusahaan
          Beberapa kebijakan yang diterapkan manajemen Perum DAMRI adalah sebagai berikut:
Ketentuan kewajiban, hak, dan larangan bagi karyawan Perum DAMRI


BAB XIII
KEWAJIBAN, HAK DAN LARANGAN BAGI KARYAWAN
Pasal 46
Kewajiban Karyawan

(1)   Hadir tepat waktu di tempat kerja dan melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi.
(2)   Mengisi daftar hadir atau bentuk administrasi lain yang disediakan oleh perusahaan untuk menghitung tingkat kehadirannya.
(3)   Mengenakan pakaian seragam dinas atau pakaian kerja yang telah ditetapkan perusahaan pada saat menjalankan tugas pekerjaannya.
(4)   Memelihara dan memegang teguh rahasia jabatan/rahasia perusahaan.
(5)   Memberitahukan atau melaporkan kepada pimpinan atau atasan, apabila terdapat perubahan-perubahan status dirinya, susunan keluarga, ataupun perubahan atas penggunaan sarana/peralatan kerja dan sebagainya yang dapat menimbulkan pengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap penerimaan hak atau pelaksanaan kewajibannya di perusahaannya.
(6)   Memeriksa semua perlengkapan dan peralatan kerja yang dipergunakan, baik pada saat sebelum memulai pekerjaannya dan/atau pada saat akan mengakhiri pekerjaannya, untuk memastikan semua dalam keadaan baik dan tidak akan menimbulkan kerusakan atau bahaya yang dapat merugika perusahaan dan/atau pihak lain.
(7)    Menjaga dan mevgmelihara dengan baik semua barang atau aset milik perusahaan, dan segera melaporkan kepada pimpinan atau pejabat yang berwenang apabila diketahui ada hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian bagi perusahaan.




Pasal 47
Hak Karyawan

Kewajiban pengusaha sebagaimana tercantum pada Pasal 45 menjadi hak karyawan.
Pasal 45
Kewajiban Pengusaha
(1) Melaksanakan keterbukaan manajemen perusahaan agar karyawan memahami kondisi perusahaan yang sebenarnya.
(2) Melaksanakan secara sungguh-sungguh jaminan terhadap karyawan untuk menggunakan hak berorganisasi dan berunding bersama.
(3)  Mematuhi dan melaksanakan hak-hak normatif karyawan.
(4)  Menghormati prinsip anti diskriminasi.
(5)   Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pendidikan dan peningkatan jenjang karir.
(6) Memberikan contoh yang dapat menjadi teladan bagi karyawan atas kegiatan etos kerja, hidup hemat, bermoral baik, bijaksana dan tidak arogan.
(7)  Mentaati dan menegakkan hukum secara tegas dan konsisten;
(8) Memberikan penghasilan kepada karyawan sesuai dengan ketentuan Perusahaan.
(9) Melaksanakan secara konsisten semua isi yang tertuang dalam PKB.

Pasal 48
Larangan Bagi Karyawan

(1)   Membawa atau mempergunakan barang atau aset atau alat-alat milik perusahaan keluar dari pekarangan atau lingkungan perusahaan tanpa seijin dari atasan atau pejabat yang berwenang.
(2)   Meminum-minuman keras, mabuk ditempat kerja,
(3)   membawa/menyimpan/menyalahgunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba dan sejenisnya, melakukan segala bentuk perjudian atau perbuatan asusila di lingkungan perusahaan, bertengkar/berkelahi dengan sesama karyawan atau pimpinan perusahaan.
(4)   Membawa/menyimpan/mempergunakan bahan peledak/senjata api atau senjata tajam ditempat kerja atau dilingkungan perusahaan.
(5)   Melakukan penipuan, pencurian, penggelapan/manipulasi barang atau uang milik perusahaan/sesama karyawan atau milik mitra perusahaan.
(6)   Melakukan tindak kejahatan seperti : mengintimidasi, menganiaya, mengancam secar fisik atau mental, menghina secara kasar, terhadap pimpinan, bawahan, sesama kayawan maupun keluarganya.
(7)   Membujuk atau mempengaruhi pimpinan, bawahan atau sesama karyawan untiuk melkukan tindakan melawan hukum.
(8)   Dengan sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan.
(9)   Dengan sengaja membiarkan rekan kerja atau sesama karyawan dalam keadaan bahaya.   

3.2.7. Susunan Organisasi Perusahaan
 






3.3. Sumber Daya Manusia
Berikut data SDM di Perum DAMRI Cabang Yogyakarta :
Tabel III.1 Pejabat Manager
Pejabat Manager
Sumali
General Manager
Eka Hadi Santosa
Manager Usaha
Sumbana
Manager Keuangan, SDM, dan Adm. Umum
Suhardi Wastana
Manager Teknik
Sumber: Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta

Tabel III.2  Staf. Keuangan, SDM, dan Adm.Umum
Staf. Keuangan, SDM, dan Adm.Umum
Sulis Tranggono
Kasir (Pemegang Kas)
Joko Budi Santoso
Staf. Keuangan
Anan Simara
Staf. Keuangan
Anto Bertiawan
Staf. Keuangan
Siti Sih Murawati
Staf. Kepegawaian
Yunia Handriani
Staf. Umum
Husni Tamami
Staf. Umum
Sumber: Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Tabel III.3  Staf. Usaha
Staf. Usaha
Suwaryanto
Staf. Usaha
Subiyakta
Staf. Usaha
Supratomo
Staf. Usaha
Sumber: Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Tabel III.4  Staf. Teknik
Staf. Teknik
Astono
Staf. Teknik
Rahmad Irwanto
Staf. Teknik
Sumber: Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta

Data di atas belum termasuk karyawan pelaksanam dan bagian lapangan. Berikut tabel jumlah karyawan Perum DAMRI Yogyakarta :
Tabel III.4  Jumlah Karyawan
No.
Bagian
Jumlah
1
Pelaksana Umum
1 orang
2
SATPAM
4 orang
3
Petugas Pemeriksa Angkutan Kendaraan (PPA / TIMER)
8 orang
4
Petugas Loket Karcis
8 orang
5
Marketing
16 orang
6
Pengemudi
17 orang
7
Kondektur
3 orang
8
Kebersihan
2 orang
9
Pelaksana Teknik
10 orang
Sumber: Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta

                Berikut adalah tugas dan tanggung jawab pekerjaan :
a)      General manager
1.      Mengkoordinir semua kegiatan dalam menunjang kelancaran operasional kendaraan.
2.      Memotifasi kepada seluruh karyawan dalam upaya pencapaian target perusahaan.
3.      Menetapkan perintah-printah untuk melakukan tindakan-tindakan yang berakibat pengeluaran uang serta melakukan perundingan-perundingan mengenai perjanjian sebagai dimaksud diatas.
4.      Mengoreksi hasil-hasil perundingan yang berupa naskah perjanjian yang akan ditutup untuk berlaku mengikat.
5.      Menguji segala tagihan-tagihan yang ditunjukan terhadap Perum DAMRI dan membubuhi pernyataan “setuju dibayar” pada masin-masing dokumen uang yang telah teruji sah untuk dibayar.
6.      Mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah terdapat dalam Perdin DAMRI No : 001 tahun 1980 tentang Tugas dan Kewajiban Pemangku Kuasa Administrasi.
b)      Manager Keuangan, SDM, dan Administrasi Umum
1.      Memeriksa bukti-bukti keuangan, bukti penerimaan (Bpru) dan bukti                 pengeluaran (Bplu) sebelum dipergunakan sebagai bukti kas penerimaan dan pengeluaran.
2.      Meneliti dan memeriksa apakah semua pengeluaran yang akan dilaksanakan sudah sesuai tercantum dalam anggaran serta apakah masih tersedia dananya.
3.      Meneliti dan memeriksa apakah bukti-bukti tersebut sudah memenuhi persyaratan sebagai bukti transaksi.
4.      Meneliti dan memeriksa apakah jumlah perhitungan yang tercantim dalam bukti-bukti tersebut sudah benar baik angka maupun hurufnya.
5.      Meneliti dan memeriksa apakah pos pembukuan yang dicantumkan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6.      Menggunakan bukti kas pengganti kwitansi dengan benar dan sesuai dengan ketentuan.
7.      Jika terdapat kesalaham dalam bukti-bukti transaksi, maka mengembalikannya kepada penagih.
8.      Memetuhi ketentuan-ketentuan dalam Perdin No : 001 tahun 1980 tentang Tugas dan Kewajiban Pemangku Kuasa Komtabel (PKK)
c)      Kasir (pemegang kas)
1.         Mengadakan pembukuan/pencatatan terhadap setiap penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan secara tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan.
2.         Meminta pengesahan/melaporkan kepada pejabat PKA/PKK atas catatan pembukuan penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan.
3.         Menolak segala bentuk pembayaran/pengeluaran uang tanpa persetujuan pejabat PKA/PKK.
4.         Melakukan pencocokan laporan sisadengan sisa kas seharusnya/sebenarnya.
5.         Dilarang tidak setor/menunda menyetorkan hasil pendapatan yang telah diterima tepat pada waktu yang telah ditentukan.
6.         Dilarang menahan/mengeluarkan uang perusahaan tanpa seijin atsan yang berwenang.
7.         Dilarang menggunakan uang perusahaan diluar ketentuan perusahaan yang berlaku.
8.         Dilarang membuat laporan yang tidak sebenarnya.
9.         Dilarang menyimpan/menerima titipan uang yang bukan milik perusahaan di dalam brankas.
10.     Mengerjakan AK/5 (buku tagihan).
11.     Mengerjakan AK/6 (buku hutang).
d)     Staf keuangan
1.      Menerima setoran pendapatan perusahaan dari kondektur.
2.      Pengetikan bukti AK/4 (buku harian kas).
3.      Mengerjakan buku AK/3 (tabelaris).
4.      Pembuatan AK/4 (buku harian kas).
5.      Pembuatan laporan bulanan.
6.      Mengerjakan AK/11 (buku sisa tagihan).
7.      Mengerjakan AK/12 (buku sisa hutang).
8.      Pembukuan AK/4 (buku harian kas).
9.      Pengetikan surat-surat dinas, dll.
10.  Mengerjakan AK/18 (kartu persediaan barang).
11.  Mengerjakan AK/7 (buku pembukuan anggaran).
e)      Staf kepegawaian
1.      Absensi hadir karyawan.
2.      Membuat daftar uang makan karyawan.
3.      Membuat daftar gaji karyawan.
4.      Mengusulkan pangkat/golongan bagi pegawai yang sudah masanya naik golongan.
5.      Mengusulkan pensiun karyawan yang sudah waktunya baik pensiun dini maupun batas usia.
6.      Membuat teguran ringan atau berat/peringatan bagi karyawan yang melanggar peraturan.
7.      Membuat laporan bulanan.
8.      Pengetikan surat-surat dinas, dll.
9.      Pembuatan/penilaian DP-3 karyawan.
10.  Pembuatab daftar inventaris pegawai, D.U.K dan nominatif pegawai.


f)       Staf umum
1.      Mengagendakan surat-surat masuk maupun surat-surat keluar dan pengarsipan.
2.      Pengadaan alat tulis kantor dan karcis penumpang.
3.       Mengerjakan AK/18 (kartu persediaan barang).
4.      Membuat laporan bulanan (D/L).
5.      Menyususn laporan bulanan.
6.      Mengerjakan AK/20, AK/21, AK/22.
7.      Pengetikan Adm.persiapan upacara, pengajian, dll.
8.      Pengiriman surat-surat dinas, dll.
9.      Persiapan perlengkapan rapat-rapat, upacara, pengajian, SKJ, serta merapikan kembali selesai acara no.4.
10.  Koordinator pelaksana umum.
g)      Pelaksan umum
1.      Membersihkan kantor, halaman kantor, dll (K3 kantor).
2.      Pembuatan minum karyawan.
3.      Membersihkan kamar mandi kantor.
4.      Merapikan tanaman dalam lingkungan kantor.
5.      Persiapan perlengkapan rapat-rapat, upacara, pengajian, SKL, serta merapikan kembali selesai acara no.4.
h)      Satpam
1.      Menjaga ketertiban dan keamanan di dalam kantor/pool.
2.      Mencatat setiap kendaraan yang keluar/masuk kantor/pool.
3.      Mengawasi karyawan yang keluar masuk/keluar kantor/pool.
4.      Mengatur kendaraan, bus, tamu, dan kendaraan dinas.
5.      Mencatat tamu-tamu yang keluar/masuk kantor/pool.
6.      Melaporkan kepada pimpinan perusahaan bila ada suatu kejadian gangguan keamanan dan ketertiban atau pelanggaran tata tertib yang membahayakan perusahaan.
7.      Melaksanakan jadwal/giliran jaga secara tertib dan tepat waktu.
8.      Berpakaian seragam dinas sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan.
i)        Staf usaha
1.      Memantau kelancaran operasional bus.
2.      Membuat order kerja pengemudi dan kondektur perkotaan.
3.      Membuat laporan hasil operasional bus (AK/13).
4.      Mengurus pajak surat-surat kendaraan (kir, STNK).
5.      Melayani penjualan tiket bus.
6.      Membuat AP/1 dan AP/2.
7.      Membuat jadwal dinas crew (bandara dan petrkotaan).
8.      Membuat laporan angkutan borongan (SPSAB).
9.      Membuat indeks crew.
10.  Membuat laporan bulanan (LPB).
11.  Membuat laporan-laporan administrasi bisang usaha.
j)        Petugas pemeriksa angkutan kendaraan (PPA)
1.      Selalu siap dan berada dalam pos pemeriksaan sesuai jam dinas.
2.      Mengetahui/memahami prosedur pelaksanaan angkutan.
3.      Membawa surat perintah tugas (SPT), LHPA (AP/9), bentuk-bentuk lain yang berhunbungan dengan pemeriksaan angkutan.
4.      Mengadakan penelitian, pengujian, penilaian atas keadaan yang sebenarnya dibandingkan dengan yang seharusnya dilakukan untiuk dibuatkan laporan.
5.      Melaksanakan tugas secara cepat, cermat, gesit, serta tidak menunda waktu pemberangkatan kendaraan bus.
k)      Timer
1.      Sudah hadir ½ jam sebelum pemberangkatan bus yang pertama.
2.      Mengetahui/memahami prosedur pelaksanaan angkutan.
3.      Membawa surat perintah tugas (SPT), bentuk-bentuk lain yang ditentukan perusahaan dan perlengkapan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.
4.      Mengatur parkir kendaraan pada tempat yang ditentukan.
5.      Memberi isyarat/aba-aba kepada pengemudi yang telah tiba gilirannya untuk berangkat sesuai dengan time table.
6.      Mengatur/menjaga interval/tenggang waktu pemberangkatan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan/penumpang disuatu tempat.
7.      Mencatat dan membubuhkan paraf pada laporan muatan bua (LMB) baik jumlah penumpang maupun jam tiba/keberangkatan.
l)        Petugas loket karcis/counter shelter
1.      Selalu siap dan berada di counter sesuai jam dinas.
2.      Melayani calon penumpang dengan sapa, senyum, ramah.
3.      Mengarahkan, menyampaikan/mengumumkan kepada penumpang bus yang akan berangkat.
4.      Mengisi dan merekap hasil penjualan karcis (AP/3) yang telah terjual di counter ke dalam format rekapiltulasi hasil penjualan karcis di counter.
5.      Menyetorkan hasil penjualan karcis beserta rekapitulasi hasil penjualan karcis.
m)    Marketing
1.      Sebagai tenaga pemasaran dan pelayanan informasi di bandara dan stasiun.
2.      Sebagai petugas melayani dan membantu mengarahkan penumpang ke shelter DAMRI dan tempat penjualan tiket bus.
n)      Pengemudi
1.      Sudah hadir ½ jam sebelum operasi.
2.      Menerima surat-surat kendaraan dan perlengkapan dari staf operasi.
3.      Melakukan cek kendaraan seperti cooling system, oli, tali kipas, ban, dll atas kelayakannya.
4.      Bertanggung jawab penuh atas keselamatan penumpang dan kendaraan selama dalam perjalanan/melayani dengan baik.
5.      Mengikuti time table dan menaati tata tertib berlalu lintas di jalan raya.
6.      Segera menghentikan san melakukan checking bila terdapat gejala-gejala kerusakan kendaran.
7.      Melaporkan kerusakan kendaraan ke teknik untuk dilakukan perbaikan.

o)      Kondektur
1.      Sudah hadir ½ jam sebelum kendaraan diberangkatkan.
2.      Menerima AP/2 (LMB) dari petugas operasi.
3.      Mengecek/koordinasi dengan pengemudi apakah kendaraan dan perlengkapannya telah siap untuk dipergunakan.
4.      Mengatur penumpang demi keselamatan dan keamanan serta menjaga kesopanan.
5.      Membantu pengemudi untuk memelihara kebersihan kendaraan baik bagian dalam dan luar, dan juga ssat terjadi storing/gangguan kecil kendaraan selama perjalanan.
6.      Mengembalikan surat-surat kendaraan dan perlenkapan lainnya ke seksin usaha.
7.      Menyetorkan uang pendapatan hasil angkutan.
p)      Kebersihan di shelter bandara
1.      Mencuci bus pemadu moda di shelter bandara.
2.      Membersihkan kantor, halaman kantor,dll (K3) kantor shelter di bandara.
3.      Membersihkan kamar mandi di shelter bandra.
4.      Merapikan tanaman dalam lingkungan kantor shelter di bandara.
q)      Staf teknik
1.      Mengerjakan AG/1, AG/2, AG/3, AG/5, AG/6.
2.      Pengadaan spare part, oli, dll.
3.      Pembuatan laporan bulanan.
4.      Harwat/bengkel luar.
r)       Pelaksana teknik
1.      Perbaikan AC, engine, onderstel, presneleng, elektrik, cat, cek ban, servis oli, perbaikan air accu.

3.4. Sarana dan Prasarana
3.4.1 Sarana
       Berikut adalah sarana yang dimiliki oleh Perum DAMRI Yogyakarta secara keseluruhan :
a.       Bus kota lama                           : 5 unit
b.      Bus kota baru                           : 5 unit
c.       Micro bus                                  : 9 unit
d.      Medium bus                              : 9 unit
e.       Kendaraan operasional             : 6 unit
3.4.2 Prasarana
Berikut adalah prasarana yang dimiliki oleh kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta :
a.    Kantor cabang
Seluruh aktifitas kerja Perum DAMRI Cabang Yogyakarta berpusat disini yang beralamatkan di Jl. Ringroad Timur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

DSC06148
            Gambar III.3 Kantor Cabang.




b.    Pos Keamanan
Digunakan sebagai kantor petugas keamanan terletak di pintu gerbang masuk kantor cabang, digunakan juga sebagai tempat cek in penumpang.
DSC06147                                              Gambar III.4 Pos Keamanan.

c.    Kantor Operasional
Kantor operasional berfungsi sebagai ruangan kerja para operator pemberangkatan dan pengaturan keberangkatan armada.
IMG20160322135649
                                        Gambar III.5 Kantor Operasional.
d.     Bengkel Perbaikan dan Perawatan
            Merupakan pusat perbaikan seluruh armada baik ringan maupun berat. Bengkel ini berisi berbagai macam perbaikan armada.
DSC06158
Gambar III.6 Bengkel dan Perawatan.

e.      Ruang Spare Part
Ruang spare part digunakan untuk menyimpan dan menginventarisir spare part armada yang telah diperbaiki. Ruang ini tidak menyimpan spare part baru, melainkan hanya spare part lama yang akan dan sudah diperbaiki agar dapat digunakan kembali, tetapi jika kondisinya tidak layak lagi untuk digunakan, maka barang tidak digunakan lagi atau dibuang.
IMG_4276
                                                Gambar III.7 Ruang Spare Part.
f.       Tempat Parkir Pemberangkatan Armada
Seluruh armada yang sudah layak dan siap beroperasi ditempatkan pada tempat ini.
DSC06157
                               Gambar III.8 Tempat Parkir Pemberangkatan Armada.
g.      Toilet
Merupakan fasilitas umum guna mendukung pelayanan kepada para penumpang.
DSC06152
                            Gambar III.9 Toilet.

h.      Mushola
Perum DAMRI Cabang Yogyakarta memiliki fasilitas mushola yang dipergunakan oleh karyawan dan penumpang untuk beribadah.
DSC06149
Gambar III.10 Mushola.
i.        Kantin
Kantin umum di Perum DAMRI Cabang Yogyakarta  digunakan karyawan untuk istirahat makan pada waktu siang hari dan juga untuk penumpang yang menunggu bus.
IMG20160322135750
Gambar III.11 Kantin.



j.        Parkir Karyawan
Tempat parkir karyawan ini biasa digunakan oleh karyawan untuk memarkirkan kendaraannya saat jam kerja.
DSC06156
      Gambar III.12 Parkir Karyawan.
k.      Loket
Sebagai pusat penjualan tiket pemberangkatan armada yang ada di kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta. Loket ini juga dilengkapi papan informasi jadwal keberangkatan beserta kelas bus yang tersedia dan tarif yang berlaku. Namun, penjualan tiket yang dilayani hanya bus dengan jurusan Jogja-Pasar Kemis dan Jogja-Lampung.

DSC06155
Gambar III.13 Loket.

l.        Aula
Ruangan ini digunakan untuk acara-acara seminar dan rapat, baik internal perusahaan maupun tamu dari luar perusahaan. Ruangan ini dilengkapi dengan meja, kursi, proyektor, dan pengeras suara.
DSC06154
Gambar III.14 Aula.


3.5. Operasional
            3.5.1. Personalia
          Personalia Perum DAMRI Cabang Yogyakarta meliputi data-data program pengemudi, kondektur, petugas lintas, mekanik, dan administrasi yang dirangkum pada bulan Januari 2016 dan juga data-data realisasi program pengemudi, kondektur, petugas lintas, mekanik, dan administrasi yang dirangkum pada bulan Januari 2016.

Tabel III.6 Data Personalia Bus Kota
PERSONALIA ARMADA BUS KOTA

PERSONALIA
Januari 2016
Program
Realisasi
Pengemudi
14
13
Kondektur
15
14
Petugas Lintas (PPA/Timer)
1
1
Mekanik
5
5
Administrasi/Pimpinan
8
7
Jumlah
43
40












Tabel III.7 Data Personalia Pemadu Moda
PERSONALIA ARMADA PEMADU MODA

PERSONALIA
Januari 2016
Program
Realisasi
Pengemudi
25
18
Kondektur
6
6
Petugas Lintas (PPA/Timer)
8
8
Mekanik
6
6
Administrasi
21
17
Mitra

11
Jumlah
66
66











                                    
3.5.2. Alat Produksi
Alat produksi adalah kendaraan yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produksi dalam upaya memperoleh pendapatan usaha meliputi semua jenis kendraan, bus, mobil penumpang, mobil barang, dan lain-lain yang digunakan perusahaan untuk pengoperasian angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), angkutan antar kota dalam propinsi (AKDP), dan angkutan lintas negara.
Berdasarkan Keputusan Direksi Perum DAMRI No.217 Thun 2001 Tentang Alat Produksi menurut sifat dan kondisinya dikategorikan dalam 4 bagian, yaitu :
1. Armada (A) adalah jenis jumlah alat produksi yang dimiliki oleh perusahaan baik yang aktif maupun tidak aktif, dalam kondisi baik maupun rusak yang tercatat dalam aset perusahaan dan belum diadakan penghapusan dengan surat keputusan direksi.
2. Siap Guna (SG) adalah bagian dari armada yang secara teknis masih potensial untuk dipertahankan menjadi alat produksi meliputi alat produksi yang masih jalan maupun yang tidak jalan dalam kondisi baik maupun rusak yang menurut kondisinya secara ekonmis masih dapat dipertahankan atau diperbaiki sehingga belum diusulkan untuk penghapusan/afkir (UA).
3. Siap Guna Operasi (SGO) adalah bagian dari Siap Guna yang menurut kondisi fisik (teknik) siap untuk dioperasikan meliputi semua alat produksi yang jalan (beroperasi) dan yang tidak dapat dioperasikan karena alasan-alasan administrasi kendaraan, awak bus (crew) atau pemasaran, dan lain-lain yang bersifat bukan teknik.
4. Siap Operasi (SO) adalah bagian dari Siap Guna Operasi yang dioperasikan/dijalankan baik yang berhasil menempuh jarak/rit sesuai rencana maupun yang tidak berhasil memenuhi rencana perjalan/rit karena alasan kerusakan dijalan maupun alasan bukan teknik. 
                        Perum DAMRI Cabang Yogyakarta dalaam hal alat produksi mempunya 2 jenis armada. Tabel dibawah ini data kendaraan operasional pada Bulan Januari 2016.

Tabel III.8 Data Alat Produksi Bus Kota
ALAT PRODUKSI ARMADA BUS KOTA

ALAT PRODUKSI
Januari 2016
Program
Realisasi
Armada (A)
5
16
Siap Guna (SG)
5
5
Siap Guna Operasi (SGO)
5
5
Siap Operasi (SO)
5
2









Tabel III.9 Data Alat Produksi Pemadu Moda
ALAT PRODUKSI ARMADA PEMADU MODA

ALAT PRODUKSI
Januari 2016
Program
Realisasi
Armada (A)
18
18
Siap Guna (SG)
18
18
Siap Guna Operasi (SGO)
18
18
Siap Operasi (SO)
17
17

   









3.5.3. Produksi
Perum DAMRI mempunyai target/program yang harus dicapai dengan pertimbangan realisasi bulan-bulan sebelumnya. Berikut ini adalah data program dan realisasi dari produksi angkutan bus kota dan angkutan pemadu moda.
a.       Angkutan Bus Kota
            Tabel III.10 Data Alat Produksi Bus Kota
PRODUKSI ARMADA BUS KOTA

PRODUKSI
Januari 2016
Program
Realisasi
Jumlah Hari Jalan
55
45
Jumlah Perjalanan (Rit)
135
115
Panjang Perjalanan (Km)
5.000
4.755
Penumpang
5.000
1.912








                                    
b. Angkutan Pemadu Moda
Tabel III.11 Data Alat Produksi Pemadu Moda
PRODUKSI ARMADA PEMADU MODA

PRODUKSI
Januari 2016
Program
Realisasi
Jumlah Hari Jalan
480
503
Jumlah Perjalanan (Rit)
1.850
1.926
Panjang Perjalanan (Km)
111.980
113.231
Penumpang
8.526
9.117









    
3.6. Pelayanan
3.6.1 Bus Kota
                   Bus kota yang dimiliki oleh Perum DAMRI Cabang Yogyakarta melayani penumpang dalam kota dan borongan. Untuk pelayanan dalam kota, trayek yang ditempuh oleh bus kota tersebut hanya jalur 15.
IMG20160411222218
Gambar III.15 Jalur 15.

3.6.2. Pemadu Moda
Pemadu moda yang dimiliki oleh Perum DAMRI Cabang Yogyakarta melayani penumpang dengan trayek :
1. Bandara Adisutjipto – Magelang
Tarif : Rp50.000
Waktu operasional :
07.00 WIB s/d 21.00 WIB (Adisutjipto – Magelang)
04.00 WIB s/d 17.00 WIB (Magelang - Adisutjipto) 
2. Bandara Adisutjipto – Kebumen
Tarif : Rp60.000
08.00 WIB s/d 17.00 WIB (Adisutjipto – Kebumen)
03.30 WIB s/d 13.00 WIB (Kebumen - Adisutjipto) 
3. Stasiun Tugu – Wonosari – Wonosobo
Tarif : Rp85.000
06.00 WIB s/d 21.00 WIB (Stasiun Tugu – Wonosobo)



3.7. Pengawasan
       Perum DAMRI Cabang Yogyakarta mengedepankan pengawasan dalan pengoperasian semua armadanya agar tercipta angkutan yang aman, nyaman, dan efisien. Dalam sistem pengawasan tersebut Perum DAMRI Cabang Yogyakarta menerjunkan petugas-petugas pemeriksa angkutan (PPA) yang ditempatkan di tengah trayek. Petugas Pengawas Angkutan (PPA) mengawasi hambatan-hambatan yang dialami selama operasi dan memeriksa jumlah muatan kendaraan agar tidak terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pengemudi dan crew.

IMG_4232IMG_4231   
    Gambar III.16 Surat Perintah Jalan.        Gambar III.17 Laporan Muatan Bus.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar