BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Politeknik merupakan salah satu lembaga
pendidikan tinggi yang lulusanya diharapkan memiliki keahlian dan keterampilan
yang sangat dibutuhkan, sehingga keberadaanya dapat mendukung kualitas sumber
daya manusia dalam menunjang pembangunan.
Kegiatan
Praktek Kerja Profesi (PKP) merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan di luar
kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. Program ini dilakukan dalam
rangka memberikan pengalaman kerja nyata kepada taruna dan pengalaman ilmu
lainnya. Kegiatan ini merupakan pembelajaran yang ada di Politeknik Keselamatan
Transportasi Jalan karena merupakan pendidikan vokasi yang berbasis keahlian
dan ketrampilan yang disesuaikan dengan dunia kerja nyata.
Dewasa
ini banyak kejadian-kejadian tentang kerusakan pada kendaraaan, baik itu karena
faktor usia ataupun karena tidak adanya perawatan pada kendaraan tersebut
kerusakan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Untuk menghindari kerusakan maka
perlu adanya servis berkala untuk menjaga performa dari kendaraan itu sendiri.
1.2 Tujuan
Secara umum pelaksanaan
praktek kerja profesi (PKP) jurusan TKO
bertujuan
untuk :
1. Untuk
meningkatkan kualitas taruna dan pengalaman taruna di dalam dunia kerja yang
sesungguhnya.
2. Mendapatkan
pengalaman yang belum pernah di dapat dalam perkuliahan.
3. Melatih
kedisiplinan taruna terhadap tugas yang diberikan.
4. Mengetahui
Standar Operasional Prosedur (SOP) servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda
Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
5. Mengetahui
bagian yang di servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda Perum DAMRI Cabang
Yogyakarta.
Politeknik Keselamatan
Transportasi Jalan sendiri dalam rangka praktek
kerja
profesi memiliki tujuan untuk :
a. Menerapkan
dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
b. Mampu
beradaptasi dan bersosialisasi dengan dunia kerja.
c. Untuk
menjalin kerja sama dengan berbagai instansi/ lembaga dalam rangka meningkatkan
graduate employability.
d. Meningkatkan
wawasan sekaligus membentuk kepribadian taruna/taruni sebagai kader pembangunan
dengan wawasan berfikir yang luas.
1.3 Manfaat
1.3.1
Bagi taruna
a.
Menambah wawasan, pengetahuan, dan
keterampilan untuk meningkatkan kompetensi khususnya di bidang keselamatan
otomotif.
b.
Untuk belajar menerapkan ilmu yang
didapat dari kampus ke dalam dunia kerja.
c.
Bukti nyata bahwa taruna atau taruni
telah melaksanakan Praktek Kerja Profesi (PKP).
1.3.2
Bagi perusahaan
a.
Sabagai bahan masukan bagi perusahaan
dalam rangka pengembangan dan kualitas perusahaan di bidang keselamatan.
b.
Dapat terjalin kerjasama antara pihak
perusahaan dengan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
1.3.3
Bagi kampus
a.
Dapat terjalin kerjasama antara
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan dengan dunia industri.
b.
Meningkatkan mutu lulusanya dengan
memadukan pengetahuan dalam kampus dengan dunia industri.
1.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup praktek kerja profesi yang
penulis batasi yakni servis berkala pada Angkutan Pemadu Moda di Perum DAMRI
Cabang Yogyakarta.
1.5 Hasil yang Diharapkan
Setelah taruna melakukan paktek
kerja profesi diharapkan taruna memperoleh pengalaman yang mencakup perusahaan
dan kegiatan-kegiatan praktek. Selain itu, taruna diwajibkan belajar bekerja
secara mandiri untuk meningkatkan keterampilan dalam dunia kerja.
1.6 Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan laporan ini
terbagi dalam enam bab, yaitu bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Metode pelaksanaan, Bab
3 Gambaran umum, Bab 4 Hasil dan pembahasan, Bab 5 Faktor pendukung dan
penghambat, Bab 6 Kesimpulan dan saran.
BAB
1 PENDAHULUAN
Bab pendahuluan ini merupakan pengantar
yang menjelaskan isi penelitian secara garis besar. Bab ini berisikan latar
belakang pelaksanaan tujuan manfaat ruang lingkup dan hasil yang diharapkan.
BAB
2 METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan berisi tentang metode
pelaksanaan praktek dan langkah-langkah dalam pengumpulan data serta
langkah-langkah pembuatan laporan. Pada bab ini juga berisi tentang jadwal
kegiatan selama kegiatan berlangsung.
BAB
3 GAMBARAN
UMUM
Berisi tentang profil perusahaan,
informasi umum, kelembagaan dan sistem manajemen yang ada pada Perum Damri
Cabang Yogyakarta.
BAB
4 HASIL
DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang isi hasil dari
kegiatan praktek kerja profesi di Perum Damri Cabang Yogyakarta. Membahas
servis berkala yang dilakukan oleh mekanik Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
terhadap pedoman servis berkala yang ada.
BAB
5 FAKTOR PENDUKUNG DAN
PENGHAMBAT
Berisi tentang apa saja faktor pendukung
dan penghambat selama praktek kerja profesi dan pelaksanaan servis berkala berlangsung.
BAB
6 KESIMPULAN
DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil praktek yang
telah dilakukan serta saran berdasarkan analisis yang telah dicapai.
BAB II
METODE PELAKSANAAN PKP
2.1. Metode Pelaksanaan
PKP
Praktek Kerja Profesi (PKP) di
Perum DAMRI Cabang Yogyakarta dilaksanakan selama satu bulan. Minggu pertama
taruna mempelajari bidang teknik. Selama minggu pertama tersebut taruna terjun
langsung menjadi mekanik di lapangan
serta membantu proses perbaikan bus.
Selanjutnya taruna mempelajari bagian operasional selama empat hari. Di
bagian operasional taruna mempelajari tentang pengaturan jadwal, pengaturan jadwal
pramudi, jadwal piket, jam keberangkatan bus, jam pulang bus, penghitungan
kilometer tempuh, penghitungan pendapatan dari tiap-tiap kondektur, pengendalian operasi armada, penanganan
kerusakan di jalan (storing) dan
penggantian bus yang rusak.
Pada minggu ketiga taruna mempelajari bidang keuangan dan administrasi
umum. Selanjutnya taruna mempelajari bagian sesuai divisi masing-masing.
Setelah pelaksanaan PKP selesai, taruna diwajibkan membuat buku laporan PKP
selama kurang lebih satu minggu dengan bagan alir PKP sebagai berikut:
2.1.1.
Bagan alir :
mulai



selesai
Gambar II.1 Bagan Alir Pelaksanaan PKP.
2.2. Pengumpulan dan Analisis Data
Pengumpulan data dan
analisis data dilakukan dengan cara :
1.
Terjun langsung kelapangan;
Taruna langsung mengamati dan ikut serta membantu
pekerjaan karyawan terutama pada bagian teknik.
2.
Wawancara dengan karyawan Perum DAMRI;
Wawancara dilakukan dengan metode sample, jadi taruna hanya mewawancarai beberapa orang saja.
3.
Melihat buku dan arsip-arsip penting di Perum DAMRI;
Arsip-arsip yang dilihat masih bersifat aktif, artinya
arsip tersebut masih dijadikan pedoman oleh perum DAMRI.
2.3. Jadwal Kegiatan Praktek
|
No.
|
Kegiatan
|
Waktu
|
|
1.
|
Pelepasan dari kampus PKTJ.
|
11 Maret 2016
|
|
2.
|
Berangkat dari Tegal.
|
12 Maret 2016
|
|
3.
|
Tiba di Bantul, Yogyakarta.
|
13 Maret 2016
|
|
4.
|
Melaporkan serta menyerahkan surat pengantar kepada
general manager cabang perum DAMRI Yogyakarta.
|
14 Maret 2016
|
|
5.
|
Kunjungan dosen pembimbing ke 1.
|
16 Maret 2016
|
|
6.
|
Praktek dibagian teknik.
|
15 Maret 2016 – 18 Maret 2016
|
|
7.
|
Praktek dibagian operasional.
|
22 Maret 2016 – 24 Maret 2016
|
|
8.
|
Praktek dibagian SDM.
|
28 Maret 2016 – 1 April 2016
|
|
9.
|
Pembuatan laporan.
|
4 April 2016 – 7 April 2016
|
|
10.
|
Kunjungan dosen pembimbing ke 2.
|
5 April 2016
|
|
11.
|
Pamitan kepada seluruh karyawan serta menyerahkan
plakat kepada General Manager Perum
DAMRI Cabang Yogyakarta.
|
8 April 2016
|
|
12.
|
Kembali ke
kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan.
|
10 April 2016
|
BAB III
MANAJEMEN DAN GAMBARAN UMUM
3.1. Lokasi Praktek
Kerja Profesi (PKP)
Lokasi praktek kerja profesi dilaksanakan di Perum DAMRI CabangYogyakarta
yang terletak di Jl. Ringroad
Timur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198.
3.1.1. Peta Wilayah

Gambar III.1
Lokasi Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
3.1.2. Profil
Daerah
Berdasarkan data dari SIAK per tanggal 28
Februari 2013, profil Kota Yogyakarta adalah sebagai berikut:
Nama Resmi : Kota Yogyakarta
Kota/Kab : Yogyakarta
Provinsi : Jawa tengah
Luas Daerah : 32,5 
Jumlah Penduduk : 428.282 jiwa
14 kecamatan 45 kelurahan 617 RW, dan 2.531
RT
Website Resmi : http://www.jogjakota.go.id
Batas
Wilayah Utara : Kabupaten Sleman
Batas Wilayah Selatan: Kabupaten Bantul
Batas Wilayah Timur :
Kabupaten Bantul dan Sleman
Batas Wilayah Barat :
Kabupaten Bantul dan Sleman
3.2. Kelembagaan
3.2.1. Profil Perusahaan
Nama Kantor :
Perum
Damri Cabang Yogyakarta
Alamat Kantor : Jl. Ring Road Timur, Banguntapan, Yogyakarta 55139
Nomor Telepon :
0274-375839
Nomor Fax :
0274-385950
General
Manager : Sumali, SE. MM
3.2.2.
Sejarah DAMRI
Perum DAMRI
merupakan perpanjangan sejarah warisan dari perusahaan angkutan semasa
pendudukan Jepang di Indonesia pada kurun tahun sekitar 1943, yaitu dari
semulanya bernama Jawa Unyu Zigyosha-sebuah perusahaan angkutan barang dengan
truk dan cikar dipulau jawa serta Zidosha Sokyoku adalah sebuah perusahaan
angkutan penumpang bus.
Pada saat kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada
17 Agustus 1945 kedua perusahaan angkutan tersebut direbut paksa oleh para
pejuang Indonesia dan diserahterimakan kepada Pemerintah Republik Indonesia
yang kemudian mengelolanya dibawah fungsi Depertemen Perhubungan. Oleh
pemerintah Republik Indonesia, kedua perusahaan angkutan warisan jepang
tersebut diubah namanya menjadi "Djawatan Pengangkutan Untuk Angkutan
Barang" dan "Djawatan Angkutan Darat Untuk Angkutan Penumpang".
Pada tanggal 25 November 1946, berdasarkan maklumat Menteri Perhubungan
Republik Indonesia Nomor 01/DM/46, kedua perusahaan tersebut disatukan dan
diberi nama "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia" atau
disingkat DAMRI.
Berdasarkan maklumat tersebut maka fungsi utama DAMRI adalah
menyelenggarakan angkutan darat bagi kepentingan masyarakat dengan menggunakan
truk, bus serta jenis angkutan motor lainnya. Berdasarkan peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1984, sebagaimana telah diubah berdasarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 31 Tahun 2002 status DAMRI
diubah menjadi Perusahaan Umum DAMRI dengan lapangan usaha berupa angkutan bus
kota, angkutan perintis, angkutan antar wilayah, angkutan wisata serta jenis
angkutan lainnya yang dimungkinkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.
Nilai dan Makna Logo
Logo DAMRI resmi ditetapkan pada tahun 1963. Sebelumnya
selama awal berdirinya Djawatan Angkutan Motor RI sampai perubahan status
menjadi perusahaan negara tidak menggunakan Logo.
Pada akhirnya terciptalah logo yang dimaksudkan, dengan
argumentasi bahwa bus yang digunakan sarana angkutan diatas jalan raya
mengangkut penumpang mempunyai dua roda depan yang dapat di arahkan sesuai
dengan arah yang dituju, mempunyai alat kemudi dan mesin bersinergi mengatur
jalannya bus yang didalam hal ini dimaksudkan adalah bus DAMRI sebagai
perusahaan. Selanjutnya kalau suku kata D, A, M, R dan I. Mesin digambarkan
sebagai sayap kanan dan kiri yang masing-masing berlapis dua dan tiap-tiap
lapis mempunyai 4 dan 6 lembar bulu, yang berfungsi sebagai penggerak bus DAMRI
untuk mencapai tujuan, yakni sejahtera adil dan makmur.
Sejahtera adil dan makmur
digambarkan dengan kapas yang berbunga sebanyak 8 bunga dan pada tangkai padi
mempunyai 17 biji padi. Satu tangkai bunga kapas dan satu tangkai padi
membentuk dengan angka 11. Satu tangkai kapas dan satu tangkai padi digambarkan
sebagai angka 8 dan 17, menununjukan arti tanggal 17 agustus dimana pada
tahun 1945 terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan setahun kemudian
tanggal 25 Nopember 1946 DAMRI lahir, masih dalam suasana perang phisik kemerdekaan.
1. ANALISA DATA
·
Dua Ban = Angka "2"
·
DAMRI = Lima Huruf = 5
·
Kapas = 8 Tangkai = 1
·
Padi = 17 Biji = 1
·
Sayap Kanan = 4.6 Lembar = 46
·
Sayap Kiri = 4.6 Lembar = 46
2. ANALISA ANGKA
·
No. 1 dan No.2 = "2" + "5" =25
·
No. 3 Kapas dan No.3 Padi =
"1"+"1" = 11
·
No. 4 Kiri dan No.4 Kanan =
"4.6"+"4.6" = 46
3. KESIMPULAN
·
A - B - C = 25 - 11 - 46
·
25 - 11 - 46 = Tanggal Lahir Djawatan Angkoetan Motor
Repoeblik Indonesia disingkat DAMRI
4. DUA BAN
·
Jumlah ban depan kendaraan roda empat sebanyak 2 (dua)
buah dan dapat digerakkan alat kemudi sesuai arah tujuan yang dikehendaki
pengemudi. Dan dua ban berkonotasi karyawan dan alat kemudi adalah managemen
yang mengelola perusahaan.
·
Huruf DAMRI adalah perusahaan yang dikelola oleh
manajemen yang bekerja sama, sama-sama bekerja dalam suasana kebersamaan dengan
para karyawan.
·
Sayap berkonotasi sebagai mesin penggerak yang
menentukan maju mundurnya perusahaan.
·
Kapas dan Padi adalah lambang dari pada kesejahteraan
sosial dan ini merupakan tujuan perusahaan.
·
Kapas bertangkai 8, Padi berisi 17 biji, ini
menggambarkan bahwa DAMRI lahir dalam suasana Revolusi Kemerdekaan.
5. FILOSOFI DAMRI
D = Damai dan
sejahtera merupakan dasar pelayanan perusahaan
A =
Aman, Nyaman dan selamat mengantar pelanggan sampai tujuan
M = Maju
berkembang bersama pelanggan
R = Rasa
memiliki menjadi motifasi bagi karyawan
I = Iman
dan Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa selalu di amalkan
Untuk
mencapai tujuan Perusahaan, setiap insan DAMRI memiliki sikap bekerja keras,
jujur (terbuka) dan pantang menyerah dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat dan mempertahankan kemandirian perusahaan dengan menciptakan suasana
damai melalui kerjasama, sama-sama bekerja dalam suasana kebersamaan, serta
dapat memberikan rasa aman dengan menjaga lingkungan kerja yang menyenangkan
dan perilaku ramah dilandasi kekuatan iman dan taqwa.
3.2.3. Visi, Misi dan Motto Perusahaan
Visi
Menjadi
penyedia jasa angkutan jalan yang aman, terjangkau, berkinerja unggul andalan
masyarakat Indonesia dan regional Asean.
Misi
1. Menyajikan
layanan angkutan jalan berkelas dunia (World
Class Land Transportation Provider) yang aman (Safe) berkualitas prima (High
Quality Service) dan terjangkau (Affordable)
yang dapat memuaskan pengguna jasa (Customer
Satisfaction) di Indonesia dan regional Asean.
2. Menjalankan prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam rangka
memenuhi harapan stake holder.
3. Mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi sosial budaya nasional serta
regional Asean sekaligus menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Motto
Perusahaan
Dikenal sebagai sapta integritas atau tujuh
karakteristik insan Damri.
SAPTA INTEGRITAS
1. JUJUR
Keselarasan antara pemikiran, perkataan
dan perbuatan; menghindari benturan kepentingan, menjunjung tinggi kepercayaan
dan integritas; mengakui kesalahan serta menyampaikan segala sesuatu
sesuai dengan fakta.
HARUS : Tulus, Ikhlas, terus terang,
transparan, tidak menerima suap, konsisten.
JANGAN : Pamrih, pembohong,
korupberpura-pura, berkhianat, manipulasi.
2. TANGGUNG
JAWAB
Menerima amanah dan menjalankan tugas
serta kewajiban yang diberikan; menuntaskan pekerjaan hingga hasil yang
ditentukan.
HARUS : Memenuhi janji, menjaga amanah,
efisien, professional, sungguh-sungguh.
JANGAN : Ceroboh, malas, berdalih,
lalai, saling menyalahkan, menelantarkan.
3. VISIONER
Memiliki keyakinan dalam mewujudkan
rencana serta serta cita-cita; ingin selalu menyempurnakan dan menjadi yang
terbaik.
HARUS : Membuat rencana, kreatif,
inovatif, percaya diri, membina kader.
JANGAN : Pesimis, ragu-tragu, tidak mau
mengambil resiko, konvensional, reaktif, cepat puas.
4. DISIPLIN
Konsisten terhadap rencana yang telah
dibuat dan menjalankan sesuai dengan ketentuan; tidak berhenti berupaya hingga
mencapai hasil yang diinginkan dalam waktu jangka waktu yang telah ditetapkan.
HARUS : Menjalankan prosedur, tepat
waktu, presisten, pantang menyerah,patuh, fokus.
JANGAN : Menunda, plin plan, melanggar
aturan, semuanya, tergesa-gesa, memberontak.
5. KERJASAMA
Mengoptimalkan potensi yang dimiliki
untuk mencapai tujuan bersama; saling mendukung menyelesaikan tugas bersama
sesuai dengan pembagian tanggung jawab yang telah disepakati.
HARUS : Saling membantu, sinergi,
kalaborasi, delegasi, berbagi tugas, saling mendukung.
JANGAN : Pendendam, individualis,
arogan, curiga, meremehkan, menghasut.
6. ADIL
Bersikap dan mengambil keputusan secara
professional; mengapresiasi dan menghukum sesuai dengan ketentuan.
HARUS : Objektif, professional,seimbang,
menjalankan aturan, sportif, mengakui kesalahan.
JANGAN : Curang, berlebihan, konflik
kepentingan, fanatik, membiarkan kesalahan, tidak menghargai prestasi.
7.
PEDULI
Memahami kondisi pihak lain dan ikut
merasakan kesulitan yang dihadapi,; berinisiatif membantu dan menyelesaikan
masalah atau pekerjaan.
HARUS : Saling berbagi, berkontribusi,
proaktif, peka, empati, santun.
JANGAN : Egois,pelit, selalu merasa
benar, boros, pasif, merusak.
3.2.4. Layout Kantor

Gambar III.2
Denah Kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
Keterangan
:
1. Pos
satpam
2.
Mesh
3. Manager
teknik
4. Staf
teknik
5. Kamar
mandi
6.
Service
7. Parkir
khusus bis antar kota
8.
Mesh
9.
Service
10. Kamar
mandi
11. Parkir
khusus bus kota
12. Manager
KPU. SDM dan Administrasi umum
13. Staf
SDM dan Administrasi umum
14. Kantin
15. Loket
dan manager usaha
16. General manager
17. Kasir
18. Aula
19. Mushola
3.2.5. Strategi Perusahaan
Perum Damri Cabang Yogyakarta memiliki
beberapa strategi untuk meningkatkan pelayanan, diantaranya adalah :
1.
Sistem Prestasi
Sistem prestasi dimaksudkan untuk menumbuhkan
motivasi karyawan agar terus berupaya mengembangkan kemampuan, pengetahuan,
keterampilan, dan potensi lainnya dalam rangka meningkatkan produktivitas
kerja. Kepada setiap karyawan yang berprestasi dapat diberikan promosi pada
jenjang karir/jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan tingkat kompetensi dan
kebutuhan perusahaan. Pemberian promosi jabatan ditetapkan dengan keputusan
Pengusaha.
2.
Jaminan Sosial
Tenaga Kerja
Mengikutsertakan
karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja baik melalui lembaga resmi
pemerintah, meliputi :
·
Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan
·
Jaminan
Kecelakaan Kerja
·
Jaminan Kematian
·
Jaminan Hari Tua
3.2.6. Kebijakan Perusahaan
Beberapa
kebijakan yang diterapkan manajemen Perum DAMRI adalah sebagai berikut:
Ketentuan
kewajiban, hak, dan larangan bagi karyawan Perum DAMRI
BAB
XIII
KEWAJIBAN,
HAK DAN LARANGAN BAGI KARYAWAN
Pasal
46
Kewajiban
Karyawan
(1) Hadir
tepat waktu di tempat kerja dan melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan
fungsi.
(2) Mengisi
daftar hadir atau bentuk administrasi lain yang disediakan oleh perusahaan
untuk menghitung tingkat kehadirannya.
(3) Mengenakan
pakaian seragam dinas atau pakaian kerja yang telah ditetapkan perusahaan pada
saat menjalankan tugas pekerjaannya.
(4) Memelihara
dan memegang teguh rahasia jabatan/rahasia perusahaan.
(5) Memberitahukan
atau melaporkan kepada pimpinan atau atasan, apabila terdapat
perubahan-perubahan status dirinya, susunan keluarga, ataupun perubahan atas
penggunaan sarana/peralatan kerja dan sebagainya yang dapat menimbulkan
pengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap penerimaan hak atau
pelaksanaan kewajibannya di perusahaannya.
(6) Memeriksa
semua perlengkapan dan peralatan kerja yang dipergunakan, baik pada saat
sebelum memulai pekerjaannya dan/atau pada saat akan mengakhiri pekerjaannya,
untuk memastikan semua dalam keadaan baik dan tidak akan menimbulkan kerusakan
atau bahaya yang dapat merugika perusahaan dan/atau pihak lain.
(7) Menjaga dan mevgmelihara dengan baik semua
barang atau aset milik perusahaan, dan segera melaporkan kepada pimpinan atau
pejabat yang berwenang apabila diketahui ada hal-hal yang dapat menimbulkan
bahaya atau kerugian bagi perusahaan.
Pasal 47
Hak Karyawan
Kewajiban
pengusaha sebagaimana tercantum pada Pasal 45 menjadi hak karyawan.
Pasal
45
Kewajiban
Pengusaha
(1)
Melaksanakan keterbukaan manajemen perusahaan agar karyawan memahami kondisi
perusahaan yang sebenarnya.
(2)
Melaksanakan secara sungguh-sungguh jaminan terhadap karyawan untuk menggunakan
hak berorganisasi dan berunding bersama.
(3) Mematuhi dan melaksanakan hak-hak normatif
karyawan.
(4) Menghormati prinsip anti diskriminasi.
(5) Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk
mengikuti pendidikan dan peningkatan jenjang karir.
(6)
Memberikan contoh yang dapat menjadi teladan bagi karyawan atas kegiatan etos
kerja, hidup hemat, bermoral baik, bijaksana dan tidak arogan.
(7) Mentaati dan menegakkan hukum secara tegas dan
konsisten;
(8) Memberikan penghasilan kepada karyawan sesuai dengan
ketentuan Perusahaan.
(9) Melaksanakan
secara konsisten semua isi yang tertuang dalam PKB.
Pasal 48
Larangan Bagi Karyawan
(1) Membawa
atau mempergunakan barang atau aset atau alat-alat milik perusahaan keluar dari
pekarangan atau lingkungan perusahaan tanpa seijin dari atasan atau pejabat
yang berwenang.
(2) Meminum-minuman
keras, mabuk ditempat kerja,
(3) membawa/menyimpan/menyalahgunakan
obat-obatan terlarang seperti narkoba dan sejenisnya, melakukan segala bentuk
perjudian atau perbuatan asusila di lingkungan perusahaan, bertengkar/berkelahi
dengan sesama karyawan atau pimpinan perusahaan.
(4) Membawa/menyimpan/mempergunakan
bahan peledak/senjata api atau senjata tajam ditempat kerja atau dilingkungan
perusahaan.
(5) Melakukan
penipuan, pencurian, penggelapan/manipulasi barang atau uang milik
perusahaan/sesama karyawan atau milik mitra perusahaan.
(6) Melakukan
tindak kejahatan seperti : mengintimidasi, menganiaya, mengancam secar fisik
atau mental, menghina secara kasar, terhadap pimpinan, bawahan, sesama kayawan
maupun keluarganya.
(7) Membujuk
atau mempengaruhi pimpinan, bawahan atau sesama karyawan untiuk melkukan
tindakan melawan hukum.
(8) Dengan
sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik
perusahaan.
(9) Dengan
sengaja membiarkan rekan kerja atau sesama karyawan dalam keadaan bahaya.
3.2.7. Susunan Organisasi Perusahaan
3.3. Sumber
Daya Manusia
Berikut data
SDM di Perum DAMRI Cabang Yogyakarta :
Tabel III.1 Pejabat
Manager
|
Pejabat
Manager
|
|
|
Sumali
|
General
Manager
|
|
Eka Hadi Santosa
|
Manager Usaha
|
|
Sumbana
|
Manager Keuangan,
SDM, dan Adm. Umum
|
|
Suhardi Wastana
|
Manager Teknik
|
Sumber:
Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Tabel III.2 Staf. Keuangan, SDM, dan Adm.Umum
|
Staf.
Keuangan, SDM, dan Adm.Umum
|
|
|
Sulis
Tranggono
|
Kasir (Pemegang Kas)
|
|
Joko Budi Santoso
|
Staf. Keuangan
|
|
Anan Simara
|
Staf. Keuangan
|
|
Anto Bertiawan
|
Staf. Keuangan
|
|
Siti Sih Murawati
|
Staf. Kepegawaian
|
|
Yunia Handriani
|
Staf. Umum
|
|
Husni Tamami
|
Staf. Umum
|
Sumber:
Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Tabel III.3 Staf. Usaha
|
Staf.
Usaha
|
|
|
Suwaryanto
|
Staf. Usaha
|
|
Subiyakta
|
Staf. Usaha
|
|
Supratomo
|
Staf. Usaha
|
Sumber:
Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Tabel III.4 Staf. Teknik
|
Staf.
Teknik
|
|
|
Astono
|
Staf.
Teknik
|
|
Rahmad
Irwanto
|
Staf. Teknik
|
Sumber:
Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Data
di atas belum termasuk karyawan pelaksanam dan bagian lapangan. Berikut tabel
jumlah karyawan Perum DAMRI Yogyakarta :
Tabel III.4 Jumlah Karyawan
|
No.
|
Bagian
|
Jumlah
|
|
1
|
Pelaksana
Umum
|
1
orang
|
|
2
|
SATPAM
|
4
orang
|
|
3
|
Petugas
Pemeriksa Angkutan Kendaraan (PPA / TIMER)
|
8
orang
|
|
4
|
Petugas
Loket Karcis
|
8
orang
|
|
5
|
Marketing
|
16
orang
|
|
6
|
Pengemudi
|
17
orang
|
|
7
|
Kondektur
|
3
orang
|
|
8
|
Kebersihan
|
2
orang
|
|
9
|
Pelaksana
Teknik
|
10
orang
|
Sumber:
Job Description Perum DAMRI Cabang Yogyakarta
Berikut adalah tugas dan tanggung jawab pekerjaan :
a)
General manager
1.
Mengkoordinir
semua kegiatan dalam menunjang kelancaran operasional kendaraan.
2.
Memotifasi
kepada seluruh karyawan dalam upaya pencapaian target perusahaan.
3.
Menetapkan perintah-printah
untuk melakukan tindakan-tindakan yang berakibat pengeluaran uang serta
melakukan perundingan-perundingan mengenai perjanjian sebagai dimaksud diatas.
4.
Mengoreksi
hasil-hasil perundingan yang berupa naskah perjanjian yang akan ditutup untuk
berlaku mengikat.
5.
Menguji
segala tagihan-tagihan yang ditunjukan terhadap Perum DAMRI dan membubuhi
pernyataan “setuju dibayar” pada masin-masing dokumen uang yang telah teruji
sah untuk dibayar.
6.
Mematuhi
ketentuan-ketentuan yang telah terdapat dalam Perdin DAMRI No : 001 tahun 1980
tentang Tugas dan Kewajiban Pemangku Kuasa Administrasi.
b)
Manager Keuangan, SDM, dan Administrasi Umum
1.
Memeriksa
bukti-bukti keuangan, bukti penerimaan (Bpru) dan bukti pengeluaran (Bplu) sebelum
dipergunakan sebagai bukti kas penerimaan dan pengeluaran.
2.
Meneliti dan
memeriksa apakah semua pengeluaran yang akan dilaksanakan sudah sesuai
tercantum dalam anggaran serta apakah masih tersedia dananya.
3.
Meneliti dan
memeriksa apakah bukti-bukti tersebut sudah memenuhi persyaratan sebagai bukti
transaksi.
4.
Meneliti dan
memeriksa apakah jumlah perhitungan yang tercantim dalam bukti-bukti tersebut
sudah benar baik angka maupun hurufnya.
5.
Meneliti dan
memeriksa apakah pos pembukuan yang dicantumkan sudah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
6.
Menggunakan
bukti kas pengganti kwitansi dengan benar dan sesuai dengan ketentuan.
7.
Jika terdapat
kesalaham dalam bukti-bukti transaksi, maka mengembalikannya kepada penagih.
8.
Memetuhi
ketentuan-ketentuan dalam Perdin No : 001 tahun 1980 tentang Tugas dan
Kewajiban Pemangku Kuasa Komtabel (PKK)
c)
Kasir
(pemegang kas)
1.
Mengadakan
pembukuan/pencatatan terhadap setiap penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan
secara tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan.
2.
Meminta pengesahan/melaporkan
kepada pejabat PKA/PKK atas catatan pembukuan penerimaan dan pengeluaran uang
perusahaan.
3.
Menolak
segala bentuk pembayaran/pengeluaran uang tanpa persetujuan pejabat PKA/PKK.
4.
Melakukan
pencocokan laporan sisadengan sisa kas seharusnya/sebenarnya.
5.
Dilarang
tidak setor/menunda menyetorkan hasil pendapatan yang telah diterima tepat pada
waktu yang telah ditentukan.
6.
Dilarang
menahan/mengeluarkan uang perusahaan tanpa seijin atsan yang berwenang.
7.
Dilarang
menggunakan uang perusahaan diluar ketentuan perusahaan yang berlaku.
8.
Dilarang
membuat laporan yang tidak sebenarnya.
9.
Dilarang
menyimpan/menerima titipan uang yang bukan milik perusahaan di dalam brankas.
10.
Mengerjakan
AK/5 (buku tagihan).
11.
Mengerjakan
AK/6 (buku hutang).
d)
Staf keuangan
1.
Menerima
setoran pendapatan perusahaan dari kondektur.
2.
Pengetikan
bukti AK/4 (buku harian kas).
3.
Mengerjakan
buku AK/3 (tabelaris).
4.
Pembuatan
AK/4 (buku harian kas).
5.
Pembuatan
laporan bulanan.
6.
Mengerjakan
AK/11 (buku sisa tagihan).
7.
Mengerjakan
AK/12 (buku sisa hutang).
8.
Pembukuan
AK/4 (buku harian kas).
9.
Pengetikan
surat-surat dinas, dll.
10. Mengerjakan AK/18 (kartu persediaan barang).
11. Mengerjakan AK/7 (buku pembukuan anggaran).
e)
Staf
kepegawaian
1.
Absensi hadir
karyawan.
2.
Membuat
daftar uang makan karyawan.
3.
Membuat
daftar gaji karyawan.
4.
Mengusulkan
pangkat/golongan bagi pegawai yang sudah masanya naik golongan.
5.
Mengusulkan
pensiun karyawan yang sudah waktunya baik pensiun dini maupun batas usia.
6.
Membuat
teguran ringan atau berat/peringatan bagi karyawan yang melanggar peraturan.
7.
Membuat
laporan bulanan.
8.
Pengetikan
surat-surat dinas, dll.
9.
Pembuatan/penilaian
DP-3 karyawan.
10. Pembuatab daftar inventaris pegawai, D.U.K dan
nominatif pegawai.
f)
Staf umum
1.
Mengagendakan
surat-surat masuk maupun surat-surat keluar dan pengarsipan.
2.
Pengadaan
alat tulis kantor dan karcis penumpang.
3.
Mengerjakan AK/18 (kartu persediaan barang).
4.
Membuat
laporan bulanan (D/L).
5.
Menyususn
laporan bulanan.
6.
Mengerjakan
AK/20, AK/21, AK/22.
7.
Pengetikan
Adm.persiapan upacara, pengajian, dll.
8.
Pengiriman surat-surat
dinas, dll.
9.
Persiapan
perlengkapan rapat-rapat, upacara, pengajian, SKJ, serta merapikan kembali
selesai acara no.4.
10. Koordinator pelaksana umum.
g)
Pelaksan umum
1.
Membersihkan
kantor, halaman kantor, dll (K3 kantor).
2.
Pembuatan
minum karyawan.
3.
Membersihkan
kamar mandi kantor.
4.
Merapikan
tanaman dalam lingkungan kantor.
5.
Persiapan
perlengkapan rapat-rapat, upacara, pengajian, SKL, serta merapikan kembali
selesai acara no.4.
h)
Satpam
1.
Menjaga
ketertiban dan keamanan di dalam kantor/pool.
2.
Mencatat
setiap kendaraan yang keluar/masuk kantor/pool.
3.
Mengawasi
karyawan yang keluar masuk/keluar kantor/pool.
4.
Mengatur
kendaraan, bus, tamu, dan kendaraan dinas.
5.
Mencatat
tamu-tamu yang keluar/masuk kantor/pool.
6.
Melaporkan
kepada pimpinan perusahaan bila ada suatu kejadian gangguan keamanan dan
ketertiban atau pelanggaran tata tertib yang membahayakan perusahaan.
7.
Melaksanakan
jadwal/giliran jaga secara tertib dan tepat waktu.
8.
Berpakaian
seragam dinas sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan.
i)
Staf usaha
1.
Memantau kelancaran
operasional bus.
2.
Membuat order
kerja pengemudi dan kondektur perkotaan.
3.
Membuat
laporan hasil operasional bus (AK/13).
4.
Mengurus
pajak surat-surat kendaraan (kir, STNK).
5.
Melayani
penjualan tiket bus.
6.
Membuat AP/1
dan AP/2.
7.
Membuat
jadwal dinas crew (bandara dan petrkotaan).
8.
Membuat
laporan angkutan borongan (SPSAB).
9.
Membuat
indeks crew.
10. Membuat laporan bulanan (LPB).
11. Membuat laporan-laporan administrasi bisang usaha.
j)
Petugas
pemeriksa angkutan kendaraan (PPA)
1.
Selalu siap
dan berada dalam pos pemeriksaan sesuai jam dinas.
2.
Mengetahui/memahami
prosedur pelaksanaan angkutan.
3.
Membawa surat
perintah tugas (SPT), LHPA (AP/9), bentuk-bentuk lain yang berhunbungan dengan
pemeriksaan angkutan.
4.
Mengadakan
penelitian, pengujian, penilaian atas keadaan yang sebenarnya dibandingkan
dengan yang seharusnya dilakukan untiuk dibuatkan laporan.
5.
Melaksanakan
tugas secara cepat, cermat, gesit, serta tidak menunda waktu pemberangkatan
kendaraan bus.
k)
Timer
1.
Sudah hadir ½
jam sebelum pemberangkatan bus yang pertama.
2.
Mengetahui/memahami
prosedur pelaksanaan angkutan.
3.
Membawa surat
perintah tugas (SPT), bentuk-bentuk lain yang ditentukan perusahaan dan
perlengkapan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.
4.
Mengatur
parkir kendaraan pada tempat yang ditentukan.
5.
Memberi
isyarat/aba-aba kepada pengemudi yang telah tiba gilirannya untuk berangkat
sesuai dengan time table.
6.
Mengatur/menjaga
interval/tenggang waktu pemberangkatan agar tidak terjadi penumpukan
kendaraan/penumpang disuatu tempat.
7.
Mencatat dan
membubuhkan paraf pada laporan muatan bua (LMB) baik jumlah penumpang maupun
jam tiba/keberangkatan.
l)
Petugas loket
karcis/counter shelter
1.
Selalu siap
dan berada di counter sesuai jam dinas.
2.
Melayani
calon penumpang dengan sapa, senyum, ramah.
3.
Mengarahkan,
menyampaikan/mengumumkan kepada penumpang bus yang akan berangkat.
4.
Mengisi dan
merekap hasil penjualan karcis (AP/3) yang telah terjual di counter ke dalam format rekapiltulasi hasil penjualan
karcis di counter.
5.
Menyetorkan
hasil penjualan karcis beserta rekapitulasi hasil penjualan karcis.
m)
Marketing
1.
Sebagai
tenaga pemasaran dan pelayanan informasi di bandara dan stasiun.
2.
Sebagai
petugas melayani dan membantu mengarahkan penumpang ke shelter DAMRI dan tempat penjualan tiket bus.
n)
Pengemudi
1.
Sudah hadir ½
jam sebelum operasi.
2.
Menerima
surat-surat kendaraan dan perlengkapan dari staf operasi.
3.
Melakukan cek
kendaraan seperti cooling
system, oli, tali kipas, ban,
dll atas kelayakannya.
4.
Bertanggung
jawab penuh atas keselamatan penumpang dan kendaraan selama dalam perjalanan/melayani
dengan baik.
5.
Mengikuti time table dan menaati tata tertib berlalu lintas di jalan
raya.
6.
Segera
menghentikan san melakukan checking bila terdapat gejala-gejala kerusakan
kendaran.
7.
Melaporkan
kerusakan kendaraan ke teknik untuk dilakukan perbaikan.
o)
Kondektur
1.
Sudah hadir ½
jam sebelum kendaraan diberangkatkan.
2.
Menerima AP/2
(LMB) dari petugas operasi.
3.
Mengecek/koordinasi
dengan pengemudi apakah kendaraan dan perlengkapannya telah siap untuk
dipergunakan.
4.
Mengatur
penumpang demi keselamatan dan keamanan serta menjaga kesopanan.
5.
Membantu
pengemudi untuk memelihara kebersihan kendaraan baik bagian dalam dan luar, dan
juga ssat terjadi storing/gangguan kecil kendaraan selama perjalanan.
6.
Mengembalikan
surat-surat kendaraan dan perlenkapan lainnya ke seksin usaha.
7.
Menyetorkan
uang pendapatan hasil angkutan.
p)
Kebersihan di
shelter bandara
1.
Mencuci bus
pemadu moda di shelter bandara.
2.
Membersihkan
kantor, halaman kantor,dll (K3) kantor shelter di bandara.
3.
Membersihkan
kamar mandi di shelter bandra.
4.
Merapikan
tanaman dalam lingkungan kantor shelter
di bandara.
q)
Staf teknik
1.
Mengerjakan
AG/1, AG/2, AG/3, AG/5, AG/6.
2.
Pengadaan spare part, oli, dll.
3.
Pembuatan
laporan bulanan.
4.
Harwat/bengkel
luar.
r)
Pelaksana
teknik
1.
Perbaikan AC,
engine, onderstel, presneleng, elektrik, cat, cek ban, servis oli,
perbaikan air accu.
3.4. Sarana dan Prasarana
3.4.1 Sarana
Berikut adalah sarana yang dimiliki oleh
Perum DAMRI Yogyakarta secara keseluruhan :
a. Bus
kota lama : 5
unit
b. Bus
kota baru : 5
unit
c. Micro
bus : 9
unit
d. Medium
bus : 9 unit
e. Kendaraan
operasional : 6 unit
3.4.2 Prasarana
Berikut
adalah prasarana yang dimiliki oleh kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta :
a. Kantor
cabang
Seluruh
aktifitas kerja Perum DAMRI Cabang Yogyakarta berpusat disini yang beralamatkan
di Jl. Ringroad Timur,
Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gambar
III.3 Kantor Cabang.
b. Pos
Keamanan
Digunakan sebagai kantor petugas
keamanan terletak di pintu gerbang masuk kantor cabang, digunakan juga sebagai
tempat cek in penumpang.
Gambar
III.4 Pos Keamanan.
c. Kantor
Operasional
Kantor
operasional berfungsi sebagai ruangan kerja para operator pemberangkatan dan
pengaturan keberangkatan armada.

Gambar III.5
Kantor Operasional.
d. Bengkel Perbaikan dan Perawatan
Merupakan pusat perbaikan seluruh
armada baik ringan maupun berat. Bengkel ini berisi berbagai macam perbaikan
armada.

Gambar
III.6 Bengkel dan Perawatan.
e. Ruang Spare Part
Ruang spare part digunakan untuk menyimpan dan
menginventarisir spare part armada
yang telah diperbaiki. Ruang ini tidak menyimpan spare part baru, melainkan hanya spare part lama yang akan dan sudah diperbaiki agar dapat digunakan
kembali, tetapi jika kondisinya tidak layak lagi untuk digunakan, maka barang
tidak digunakan lagi atau dibuang.

Gambar
III.7 Ruang Spare Part.
f. Tempat Parkir Pemberangkatan Armada
Seluruh armada yang sudah layak dan
siap beroperasi ditempatkan pada tempat ini.

Gambar
III.8 Tempat Parkir Pemberangkatan Armada.
g. Toilet
Merupakan fasilitas umum guna mendukung
pelayanan kepada para penumpang.

Gambar III.9
Toilet.
h. Mushola
Perum DAMRI Cabang
Yogyakarta memiliki fasilitas mushola yang dipergunakan oleh karyawan dan
penumpang untuk beribadah.

Gambar
III.10 Mushola.
i. Kantin
Kantin umum di Perum
DAMRI Cabang Yogyakarta digunakan
karyawan untuk istirahat makan pada waktu siang hari dan juga untuk penumpang
yang menunggu bus.

Gambar
III.11 Kantin.
j. Parkir Karyawan
Tempat parkir karyawan
ini biasa digunakan oleh karyawan untuk memarkirkan kendaraannya saat jam
kerja.

Gambar III.12 Parkir
Karyawan.
k. Loket
Sebagai pusat penjualan
tiket pemberangkatan armada yang ada di kantor Perum DAMRI Cabang Yogyakarta.
Loket ini juga dilengkapi papan informasi jadwal keberangkatan beserta kelas
bus yang tersedia dan tarif yang berlaku. Namun, penjualan tiket yang dilayani
hanya bus dengan jurusan Jogja-Pasar Kemis dan Jogja-Lampung.

Gambar III.13 Loket.
l. Aula
Ruangan ini digunakan
untuk acara-acara seminar dan rapat, baik internal
perusahaan maupun tamu dari luar perusahaan. Ruangan ini dilengkapi dengan
meja, kursi, proyektor, dan pengeras suara.

Gambar III.14 Aula.
3.5. Operasional
3.5.1. Personalia
Personalia Perum DAMRI Cabang
Yogyakarta meliputi data-data program pengemudi, kondektur, petugas lintas,
mekanik, dan administrasi yang dirangkum pada bulan Januari 2016 dan juga
data-data realisasi program pengemudi, kondektur, petugas lintas, mekanik, dan
administrasi yang dirangkum pada bulan Januari 2016.
Tabel
III.6 Data Personalia Bus Kota
|
PERSONALIA ARMADA BUS KOTA
|
||
|
PERSONALIA
|
Januari 2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Pengemudi
|
14
|
13
|
|
Kondektur
|
15
|
14
|
|
Petugas
Lintas (PPA/Timer)
|
1
|
1
|
|
Mekanik
|
5
|
5
|
|
Administrasi/Pimpinan
|
8
|
7
|
|
Jumlah
|
43
|
40
|
Tabel
III.7 Data Personalia Pemadu Moda
|
PERSONALIA ARMADA PEMADU MODA
|
||
|
PERSONALIA
|
Januari
2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Pengemudi
|
25
|
18
|
|
Kondektur
|
6
|
6
|
|
Petugas
Lintas (PPA/Timer)
|
8
|
8
|
|
Mekanik
|
6
|
6
|
|
Administrasi
|
21
|
17
|
|
Mitra
|
|
11
|
|
Jumlah
|
66
|
66
|
3.5.2. Alat Produksi
Alat produksi
adalah kendaraan yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produksi
dalam upaya memperoleh pendapatan usaha meliputi semua jenis kendraan, bus,
mobil penumpang, mobil barang, dan lain-lain yang digunakan perusahaan untuk
pengoperasian angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), angkutan antar kota
dalam propinsi (AKDP), dan angkutan lintas negara.
Berdasarkan
Keputusan Direksi Perum DAMRI No.217 Thun 2001 Tentang Alat Produksi menurut
sifat dan kondisinya dikategorikan dalam 4 bagian, yaitu :
1. Armada (A) adalah jenis jumlah alat produksi
yang dimiliki oleh perusahaan baik yang aktif maupun tidak aktif, dalam kondisi
baik maupun rusak yang tercatat dalam aset perusahaan dan belum diadakan
penghapusan dengan surat keputusan direksi.
2. Siap Guna (SG) adalah bagian dari armada yang
secara teknis masih potensial untuk dipertahankan menjadi alat produksi
meliputi alat produksi yang masih jalan maupun yang tidak jalan dalam kondisi
baik maupun rusak yang menurut kondisinya secara ekonmis masih dapat
dipertahankan atau diperbaiki sehingga belum diusulkan untuk penghapusan/afkir
(UA).
3. Siap Guna Operasi (SGO) adalah bagian dari Siap
Guna yang menurut kondisi fisik (teknik) siap untuk dioperasikan meliputi semua
alat produksi yang jalan (beroperasi) dan yang tidak dapat dioperasikan karena
alasan-alasan administrasi kendaraan, awak bus (crew)
atau pemasaran, dan lain-lain yang bersifat bukan
teknik.
4. Siap Operasi (SO) adalah bagian dari Siap Guna
Operasi yang dioperasikan/dijalankan baik yang berhasil menempuh jarak/rit
sesuai rencana maupun yang tidak berhasil memenuhi rencana perjalan/rit karena
alasan kerusakan dijalan maupun alasan bukan teknik.
Perum
DAMRI Cabang Yogyakarta dalaam hal alat produksi mempunya 2 jenis armada. Tabel
dibawah ini data kendaraan operasional pada Bulan Januari 2016.
Tabel
III.8 Data Alat Produksi Bus Kota
|
ALAT PRODUKSI ARMADA BUS KOTA
|
||
|
ALAT PRODUKSI
|
Januari 2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Armada
(A)
|
5
|
16
|
|
Siap
Guna (SG)
|
5
|
5
|
|
Siap
Guna Operasi (SGO)
|
5
|
5
|
|
Siap
Operasi (SO)
|
5
|
2
|
Tabel
III.9 Data Alat Produksi Pemadu Moda
|
ALAT PRODUKSI ARMADA PEMADU MODA
|
||
|
ALAT PRODUKSI
|
Januari 2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Armada
(A)
|
18
|
18
|
|
Siap
Guna (SG)
|
18
|
18
|
|
Siap
Guna Operasi (SGO)
|
18
|
18
|
|
Siap
Operasi (SO)
|
17
|
17
|
3.5.3. Produksi
Perum DAMRI mempunyai target/program yang harus
dicapai dengan pertimbangan realisasi bulan-bulan sebelumnya. Berikut ini
adalah data program dan realisasi dari produksi angkutan bus kota dan angkutan
pemadu moda.
a. Angkutan Bus Kota
Tabel III.10
Data Alat Produksi Bus Kota
|
PRODUKSI ARMADA BUS KOTA
|
||
|
PRODUKSI
|
Januari 2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Jumlah
Hari Jalan
|
55
|
45
|
|
Jumlah
Perjalanan (Rit)
|
135
|
115
|
|
Panjang
Perjalanan (Km)
|
5.000
|
4.755
|
|
Penumpang
|
5.000
|
1.912
|
b. Angkutan Pemadu Moda
Tabel III.11
Data Alat Produksi Pemadu Moda
|
PRODUKSI ARMADA PEMADU MODA
|
||
|
PRODUKSI
|
Januari 2016
|
|
|
Program
|
Realisasi
|
|
|
Jumlah
Hari Jalan
|
480
|
503
|
|
Jumlah
Perjalanan (Rit)
|
1.850
|
1.926
|
|
Panjang
Perjalanan (Km)
|
111.980
|
113.231
|
|
Penumpang
|
8.526
|
9.117
|
3.6. Pelayanan
3.6.1 Bus Kota
Bus
kota yang dimiliki oleh Perum DAMRI Cabang Yogyakarta melayani penumpang dalam
kota dan borongan. Untuk pelayanan dalam kota, trayek yang ditempuh oleh bus
kota tersebut hanya jalur 15.

Gambar III.15 Jalur 15.
3.6.2. Pemadu Moda
Pemadu moda
yang dimiliki oleh Perum DAMRI Cabang Yogyakarta melayani penumpang dengan
trayek :
1. Bandara Adisutjipto – Magelang
Tarif : Rp50.000
Waktu operasional :
07.00 WIB s/d 21.00 WIB (Adisutjipto – Magelang)
04.00 WIB s/d 17.00 WIB (Magelang -
Adisutjipto)
2. Bandara Adisutjipto – Kebumen
Tarif : Rp60.000
08.00 WIB s/d 17.00 WIB (Adisutjipto – Kebumen)
03.30 WIB s/d 13.00 WIB (Kebumen -
Adisutjipto)
3. Stasiun Tugu – Wonosari – Wonosobo
Tarif : Rp85.000
06.00 WIB s/d 21.00 WIB (Stasiun Tugu – Wonosobo)
3.7. Pengawasan
Perum
DAMRI Cabang Yogyakarta mengedepankan pengawasan dalan pengoperasian semua
armadanya agar tercipta angkutan yang aman, nyaman, dan efisien. Dalam sistem
pengawasan tersebut Perum DAMRI Cabang Yogyakarta menerjunkan petugas-petugas
pemeriksa angkutan (PPA) yang ditempatkan di tengah trayek. Petugas Pengawas
Angkutan (PPA) mengawasi hambatan-hambatan yang dialami selama operasi dan
memeriksa jumlah muatan kendaraan agar tidak terjadi kecurangan yang dilakukan
oleh pengemudi dan crew.

Gambar III.16 Surat Perintah
Jalan. Gambar III.17
Laporan Muatan Bus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar