Morfem
merupakan unit terkecil dari tata bahasa yang memiliki arti. Morfem tidak dapat dibagi menjadi bentuk yang lebih
kecil dari bahasa lagi. Dalam tata bahasa Inggris, morfem berfungsi untuk
membedakan bentuk jamak (plural), mengatakan masa lalu (past tense), dan
sebagainya. Grammar tradisional tidak mengakui konsep atau morfem jangka,
morfem karena unit tidak dalam sintaks, dan tidak semua morfem memiliki makna
filosofis.
PENULISAN
MORFEM
Dalam penulisan morfologi, sebuah
morfem biasanya dilambangkan dengan mengapitnya di antara kurung kurawal. Berikut
ini adalah contohnya.
Morf dan
Alomorf
Morph morfem
adalah bentuk terkecil dari status tidak diketahui dalam kaitannya dengan
morfem keanggotaan. Sementara alomorf sudah dikenal untuk membentuk Status
morfem. Misalnya dalam bentuk {} dia menggali. Form {} ketika ia morfemnya
status tidak diketahui disebut morph, tapi setelah terungkap bahwa statusnya
sebagai distributor terhadap berkonsonan fonem / g / kemudian berubah disebut
alomorf.
IDENTIFIKASI
MORFEM
Untuk morfem
diperlukan untuk mengidentifikasi bentuk kata-kata dengan unit perbandingan
membentuk kata-kata yang berbeda. Sebuah kata dapat dikatakan morfem jika ia
bisa hadir bentuk yang kurang unit diulang dalam bentuk lain. Perhatikan contoh
berikut:
Form [baik]
dari contoh di atas dapat dibagi sebagai unit terpisah dan memiliki arti yang
sama, yang menyatakan tingkat atau derajat. Jadi bentuk untuk contoh di atas
adalah morfem, karena itu adalah bentuk terkecil berulang dan memiliki arti
yang sama.
Sekarang perhatikan bentuk ke
pada daftar berikut:
Formulir untuk contoh di atas
juga dapat tersegmentasi sebagai morfem, karena memiliki unit sendiri dan
memiliki arti yang sama, yaitu keadaan arah dan tujuan.
Namun, bentuknya tidak sama untuk
tingkat pertama dan bentuk untuk contoh kedua. Kedua adalah dua morfem yang
berbeda, meskipun bentuk yang sama. Ini menyimpulkan bahwa, dalam pengertian
umum dan kesamaan atau identitas bentuk merupakan ciri khas dari morfem
tersebut.
Sekarang perhatikan contoh
selanjutnya:
Dari daftar
yang terdapat bentuk yang sama yang dapat tersegmentasi dari unsur-unsur lain,
yaitu dalam bentuk hidup dan mati. Bentuk kehidupan dan kematian adalah morfem
sebagai bentuk yang sama dan makna. Untuk menentukan bentuk adalah morfem,
perlu untuk mengetahui arti dari yang pertama. Perhatikan contoh berikut:
Form “lantar”
meskipun ada yang berulang dalam bentuk ditinggalkan, diabaikan, dan karena
tidak ada morfem karena tidak ada artinya. Meninggalkan para pengungsi masih
memiliki hubungan, namun bentuk pengabaian dan diabaikan tidak ada hubungannya
dengan alasan.
KLASIFIKASI MORFEM
Morfem dalam
bahasa apapun dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara
lain, kebebasan, keutuhan dan makna. Berikut adalah klasifikasi morfem:
Morfem Bebas dan Morfem Terikat
Morfem bebas
adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam substitusi kalimat morfem
tunggal tanpa yang lain. Misalnya, misalnya, membentuk rumah, pakan, rumah, dan
bagus. Morfem dapat berdiri sendiri dan dapat digunakan tanpa harus terlebih
dahulu menggabungkannya dengan morfem lain. Sebaliknya, morfem adalah morfem
yang tidak dapat berdiri sendiri dan selalu terikat dengan morfem lain.
Contohnya adalah bentuk pertempuran, berhenti, gaul, menyebar, bentuk, umur dan
panggang. Morfem tidak dapat muncul dalam substitusi tanpa terlebih dahulu
mengalami proses morfologi, seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.
Morfem Utuh dan Morfem Terbagi
Seluruh morfem
morfem terdiri dari satu kesatuan. Misalnya {meja}, {kursi}, {kecil}, {} laut,
dan {} pena. Sementara morfem dibagi morfem terdiri dari dua bagian yang
terpisah. Contohnya adalah kata yang memiliki seluruh morfem terpadu, yaitu {a}
dan {satu yang terbagi morfem / th}. Contoh lain adalah kata tindakan, terdiri
dari morfem tunggal utuh {} dibuat dan morfem terbagi {PER / an}.
Segmental dan suprasegmental morfem morfem
Morfem segmental adalah morfem
yang berwujud suara dan dibentuk oleh fonem segmental, seperti morfem {lihat},
{adalah}, {sikat}, dan {} udara. Sedangkan morfem suprasegmental adalah morfem
yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental, seperti stres, nada, durasi, dan
sebagainya. Misalnya morfem suprasegmental yang terkandung dalam bahasa Ngbaka
di utara Kongo, Afrika.
Setiap
kata kerja selalu didampingi oleh pemandu dalam bentuk nada Dalam bahasa Ngbaka
untuk mengungkapkan frasa yang digunakan hari ini untuk nada bawah simbol (‘),
kalimat terakhir menggunakan nada datar saat ini (ˉ), kalimat kemudian Waktu
menggunakan nada atas dan ke bawah (), dan gunakan Nada frase imperatf (‘)
meningkat. Bahasa memiliki morfem suprasegmental dari yang Burma, China, dan
Thailand. Sementara itu, Indonesia tidak memiliki suprasegmental morfem.
Morfem Beralomorf Zero
Morfem beralomorf nol (simbol
bentuk Ø) adalah morfem yang salah alomorfnya segmental tidak berwujud dan
suara suprasegmental, melainkan dalam bentuk “kekosongan”. Beralomorf nol
morfem adalah penanda jamak morfem dalam bahasa Inggris dan tidak berlaku untuk
Indonesia.
Morfem bermakna dan morfem Tidak Bermakna leksikal leksikal
Berarti morfem leksikal adalah
morfem yang memiliki arti sendiri tanpa perlu melanjutkan dengan morfem lain.
Morfem makna leksikal dan jumlah tak terbatas yang sangat produktif. Misalnya,
{kuda}, {pergi}, {lari}, {makan} dan {merah}.
Morfem seperti ini sendiri sudah
dapat digunakan secara bebas. Meskipun tidak ada morfem leksikal bermakna
adalah morfem yang tidak memiliki arti apapun dalam dirinya sendiri. Morfem
baru memiliki makna bila dikombinasikan dengan morfem lain dalam morfologi
proses. Termasuk morfem leksikal tidak morfem bermakna seperti afiks, {ber-},
{dia}, dan {ter}. Terimakasih semoga bermanfaat amiin.....:)
Referensi
http://www.gurupendidikan.com/27-pengertian-morfem-dalam-bahasa-indonesia/ ( diakses pada tanggal 15 juli 2016 jam 04.12 WIB)