DATA
Dalam kesempatan kali ini saya akan
mengingatkan kembali tentang data. Mungkin temen-temen tahu dan paham tentang
data, namun temen-temen tidak bisa menjelaskanya. Untuk itu saya akan
mengiangatkan apa itu data dan penjelasanya.Data adalah catatan atas
kumpulan fakta.Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa latin yang berarti "sesuatu yang
diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan
yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau
pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau
citra.
Dalam
keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah
sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh
orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi.
Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya
dinamakan klasifikasi.
Pengertian data kuantitatif dan data kualitatif merupakan istilah data yang
digunakan dalam sebuah metode penelitian sebagai dasar kesimpulan atau hasil
dari penelitian yang dilakukan. Kedua data tersebut memiliki perbedaan fungsi,
sifat, maupun cara pengumpulannya. Dengan demikian pengertian data kualitatif
dengan data kuantitatif memiliki perbedaan arti.
PEMBAGIAN DATA
Menurut Hasan (2009) Data dapat dibagi dalam kelompok tertentu berdasarkan
kriteria yang menyertainya, misalnya menurut susunan, sifat, waktu pengumpulan
dan sumber pengambilan.
1. Pembagian Data menurut Susunannya
Menurut
susunannya data dibagi atas data acak atau tunggal dan data berkelompok.
a. Data Acak Atau Tunggal
Data acak atau
tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkkan kedala
kelas-kelas interval
Contoh : data
pengukuran hasil tinggi badan siswa kelas II SMA X (dalam cm) ialah sebagai
berikut :
155
152 157 155
159 160 155 154
153 150 162
165 160 157
150 170
165 160 165
162 159 154
152 151
155 171 169
162 167 160
158 163
149 154 153
167 158 166 168
153
b. Data Berkelompok
Data berkelompok
adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas
interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel
frekuensi.
Contoh :
Data nilai
ujian statistik dan jumlah mahasiswa yang mendapatkannya
Nilai Turus
Frekuensi
10-20
III
3
30-40
IIII
5
50-60 IIII
IIII 10
70-80 IIII IIII
IIII 15
90-100 IIII
II 7
2. Pembagian Data Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya data dibagi atas data kualitatif dan kuantitatif
a.
Data kualitatif
adalah data
yang tidak berbentuk bilangan.
Contoh :
Warna, jenis
kelamin, status perkawinan. (merah, pria, kawin)
b. Data kuantitatif
adalah data
yang berbentuk bilangan.
Contoh :
Tinggi, umur,
jenis. (170 cm, 41 tahun, 70 buah)
3. Pembagian Data
Menurut Waktu Pengumpulannya
Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala dan data cross
section.
a.
Data Berkala
Data berkala adalah data yang
terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu
kegiatan.
Contoh :
Data
perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang
dikumpulkan setiap bulan.
b.
Data cross section.
Data cross section adalah data
yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan
keadaan atau kegiatan pada waktu itu.
Contoh :
Data sensus penduduk 1990
4. Pembagian
Data Menurut Sumber Pengambilannya
Menurut sumber
pengambilannya, data dibedakan atas dua, yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data primer
Adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang
memrlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru.
b. Data sekunder
Adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari
perpustakaan atau laporan-laporan penelitian yang terdahulu. Data sekunder
disebut juga data tersedia.
5. Pembagian Data Menurut Skala Pengukurannya
Skala pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam
pengukuran. Menurut skala pengukurannya, data dapat dibedakan atas empat yaitu
data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.
a. Data nominal
Data nominal adalah data yang
diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek
atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya
sekadar label atau kode saja. Data ini hanya mengelompokkan objek/kategori ke
dalam kelompok tertentu.
Data ini mempunyai dua ciri yaitu
:
i.
Kategori data bersifat saling lepas (satu objek hanya masuk pada satu kelompok
saja)
ii. Kategori data tidak disusun
secara logis
Contoh :
Jenis kelamin manusia : 1 untuk pria
0
untuk wanita
b. Data ordinal
Data ordinal
adalah data yang penomoran objek atau kategori disusun menurut besarnya, yaitu
dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang
yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti pada ciri data nominal
ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun berdasarkan urutan
logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.
Contoh :
Mengubah nilai
ujian ke nilai prestasi, yaitu :
1. nilai A adalah dari 80-100
2. nilai B adalah dari 65-79
3. nilai C adalah dari 55-64
4. nilai D adalah dari 45-54
5. nilai E adalah dari 0-44
c. Data interval
Data interval
adalah data di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut
yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama.
Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memeiliki ciri sama
dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data
mempunyai jarak yang sama.
A
B C D E
1
2 3 4 5
Interval A
sampai C adalah 3-1=2. Interval C sampai D adalah 4-3=1. Kedua interval ini
dapat dijumlahkan menjadi 2+1=3. atau interval antara A dan D adalah 4-1=3.
Pada data ini yang dijumlahkan bukanlah kuantitas atau besaran, melainkan
interval dan tidak terdapat titik nol absoult.
d. Data rasio
Data rasio adalah
data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval,
dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Karena terdapat angka
nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Angka pada data
menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur.
Contoh :
A dan B adalah dua mahasiswa Universitas “X” yang nilai mata kuliah statistik 1
masing-masing 60 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah
nilai 1,5 kali nilai A.
Tabel 2.11
HASIL LOMBA BACA PUISI PERAYAAN HARI PENDIDIKAN SISWA SMP “PINTAR”
NO
Nama kelas
Nilai
Juara
ke Hadiah
Juri
1 Juri 2 Juri 3
Total
1 Andy
2 86
70 77
233 1
Rp.125.000,00
2
Ira
2
71 70
88 229
2 Rp.100.000,00
3
Ina 2
70 70
88
228 3
Rp.75.000,00
4
Dedi
1
88 60
66 214 4 Rp 50.000,00
5
Eman 2
75
60
77 212
25 buku
tulis
6
Udin 2
70
70 66
206
25 buku tulis
7
Arni 3
63
60
77 200
25 buku tulis
8
Laila 1
59
60
77 196
25 buku tulis
9
Indah 3
55
50
77 182
25 buku tulis
10 Amas
3
60
50
66 176
25 buku
tulis
Angka-angka dalam tabel tersebut
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Angka (1,2, s.d 10) di kolom “No.” adalah jenis data nominal. Angka-angka
ini sebenarnya hanyalah nomor urut yang fungsinya sama dengan penggganti nama
peserta. Angka 3 di kolom ini tidak berarti lebih besar atau lebih tinggi dari
angka 1 atau 2, dan tidak lebih rendah dari angka4 atau 9. Angka-angka ini
tidak dapat dijumlahkan atau dibagi atau dikalikan.
2. angka1,2, dan 3 di kolom “kelas” adalah jenis data ordinal. Angka-angka ini
juga tidak dapat dijumlahkan, dibagi atau dikalikan. Namun, angka yang
lebih tinggi mengandung arti siswa yang bersangkutan sudah lebih lama sekolah.
Misalnya, angka 4 di kolom ini mengandung arti bahwa siswa yang bersangkutan
telah berada ditahun ke-4 bersekolah disekolah tersebut( tidak termasuk siswa
pindahan), yang berarti pula sudah lebih lama 1 tahun dari mereka yang di kelas
3 atau lebih lama 2 tahun dari mereka yang berada di kelas 2.
Perhatikan hal yang sama pada kolom “juara”, angka ke 1,2,3, dan 4 di kolom ini
hanya mengandung perbedaan urutan saja karena angka-angka ini merupakan
pengganti bagi angka-angka nilai masing-masing 233,229,228,dan 214 tidak
mempunyai jarak selisih yang sama. Yang dilihat atau digunakan hanyalah posisi
urutan besarnya saja, sedangkan berapa selisihnya pada masing-masing angka
tidak diperhatikan.
3. Angka-angka pada kolom “Nilai” adalah jenis data interval. Angka-angka di
kolom ini dapat dijumlahkan, dibagi, atau dikalikan. Selisih angka-angka ini
cacah dengan kelipatan satu angka yang sama (dalam hal ini angka satu yang
bermakna berselisih satu yang sama dan tetap).
4. Angka-angka yang menunjukkan jumlah uang(hadiah) pada kolom “hadiah” adalah
jenis data rasio. Angka-angka ini dapat dijumlahkan, dibagi, atau dikalikan,
dan hasilnya bisa saja mencapai satuan yang lebih kecil dari ratusan rupiahan,
puluhan rupiahan, atau satu rupiahan, dan tetap dapat memberikan makna yang
dapat dipahami pembaca, misalnya Rp 9.999,99 ( baca: sembilan ribu sembilan
ratus sembilan puluh sembilan rupiah sembilan puluh sembilan sen).
Referensi
Malalina. Febrina, Bidasari.(2011).”Macam-Macam Data”.
https://id.wikipedia.org/wiki/Data